Lentera Pendidikan.Com http://www.lenterapendidikan.com/ Lentera Pendidikan id 2017 Lentera Pendidikan.Com www.desa-coding.com Sat, 27 Feb 2021 08:56:41 +0000 Pelantikan Bupati-Wakil Bupati OKU Tertib dan Khidmat Advertorial http://www.lenterapendidikan.com/berita/advertorial/view/pelantikan-bupati-wakil-bupati-oku-tertib-dan-khidmat.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Pengambilan Sumpah Jabatan dan  Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati OKU Pilkada Serentak Tahun 2020 oleh Gubernur Sumatera Selatan  berlangsung di Griya Agung Palembang, Jumat Siang (26/02/2021).

Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis dan Wakil Bupati OKU, Drs. Johan Anuar, S.H., M.M diambil sumpah jabatan dan dilantik secara resmi bersama kabupaten lainnya.  Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan kepala daerah tersebut ditandai dengan pembacaan surat keputusan Menteri Dalam Negeri, pengucapan sumpah jabatan, dilanjutkan dengan  penandatanganan berita acara pengucapan sumpah jabatan, pemasangan tanda pangkat jabatan dan penyematan tanda jabatan, serta penandatanganan fakta integritas.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara, KPU, Bawaslu, Gakumdu, Polres Kodim, Kejaksaan Negeri yang telah  menyelenggarakan, mengawasi jalannya pilkad serentak.  Dan yang terpenting  Sumatera Selatan menorehkan sejarah sebagai provinsi zero konflik.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaksana tugas bupati yang telah melaksanakan tugas mensukseskan pelaksanaan tahapan pilkada pada saat cuti kampanye. Dan juga kepada pelaksana harian bupati yang mengisi kekosongan jabatan, yang telah berakhirnya masa tugasnya.

“Tanpa upaya yang luar biasa dari seluruh pejabat dan instansi maka tidak mungkin akan terjadi peristiwa sakral yaitu pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pada sore hari ini. Kedewasaan berpolitik masyarakat Sumsel sudah semakin nyata, tanpa ada konflik fisik,” kata Herman Deru.

Pada kesempatan ini, gubernur menyampaikan pesan kepada seluruh bupati dan wakil bupati yang hadir secara virtual maupun yang hadir langsung, baik yang lama maupun yang baru dilantik agar menjaga kerukunan dengan Forkopimda,  legislatif, dan jajaran pemerintahan.

“Dan tak kalah pentingnya adalah kerukunan dengan masyarakat. Karena kerukunan masyarakat menjadi tanggungjawab kita bersama,” jelas Gubernur. Dalam tugas, sambung Herman Deru, ada hirarki yang harus di jalankan. Apalagi ditengah wabah Covid-19,  pemerintah harus saling berkoordinasi secara maksima.

Menyinggung ada 10 kabupaten dan kota di provinsi Sumsel yang rawan Karhutla, ini menjadi kewaspadaan yang khusus, maka  kepala daerah harus tanggap terhadap bencana ini. Dalam enam bulan ini kepala daerah harus menyelesaikan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), ini harus menjadi perhatian agar program dan visi misi dapat dijalankan sesuai harapan. Turut hadir acara, Forkopimda Prov Sumsel, Forkopimda OKU, Sekda OKU, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK OKU, dan Undangan Lainnya. (ADVERTORIAL)

]]>
Sat, 27 Feb 2021 09:25:00 +0000
Bupati DRA Dukung Implementasi Agrosistem Cerdas 4.0 Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/bupati-dra-dukung-implementasi-agrosistem-cerdas-40.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Upaya peningkatan produksi pertanian khususnya padi di Kabupaten Musi Banyuasin melalui pengembangan agrosistem cerdas 4.0 bakal segera terlaksana. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan berkolaborasi Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mewujudkan program tersebut.

Hal ini terungkap saat Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menerima audiensi tim Komunitas Estate Padi (KEP) / Food Estate Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kabupaten Muba, Jumat (26/2/2021) di Ruang Audinsi Bupati Muba.

Ketua Tim Komunitas Estate Padi (KEP) IPB Bogor Dr Ir Amiruddin Saleh MS menyampaikan pihaknya berencana menjalin kerjasama dengan  Pemerintah Kabupaten Muba terkait program pengembangan kelembagaan usaha tani padi kawasan berkelanjutan menuju Agrosistem Cerdas Industri 4.0. 

"Terima kasih kami ucapkan kepada Pemkab Muba atas sambutan audiensi ini. Dan Alhamdulillah Muba ini mendapatkan rejeki penelitian Aplikatif beberapa hari, seperti Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Maju Bersama di Desa Cinta Damai C1 Kecamatan Sungai Lilin oleh Dr Heru Sukoco. Ada dua penelitian dilakukan ndi sana yaitu digitalisasi pemulihan ternak, dan integritas tanaman pangan pakan dan sistem logistik pakan  berkelanjutan berbasis model dinamik pada ekosistem kelapa sawit selama 2 tahun kedepan,"terangnya.

Penelitian berupa Demontrasi Fram akan dilakukan di desa Purwa Agung Kecamatan Lalan Kabupaten Muba.  Pada tahun pertama diharapkan motivasi dan pemantapan untuk menerapkan KEP di kalangan petani padi, anggota KEP bisa dikuatkan dengan penguatan kelembaga usaha tani padi, membangun demplot produksi padi seluas 6 hektar, dan selanjutnya rintisan bisnis kolektif sebagai perusahaan berbasis teknologi informasi (Start Up), dan pengembangan/aplikasi teknologi Agrosistem Cerdas.

"Perlakuan dan pelaksanaan demontrasi fram ini diawali  uji analisis lahan dan tanah. Demontrasi framnya ini hanya seluas 6 hektar, dan dalam 6 hektar dibagi perlakuan pembeda varietas padi.  Untuk itu, diperlukan kesiapan  sumber daya manusia yang dituntut dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini,"terangnya.

Bupati Muba menyambut baik rencana kerjasama ini.  "Kami Pemkab Muba mensupport dan siap berkolaborasi untuk mensukseskan program ini. Ini sangat bagus. Kita ingin petani kita  menjadi petani yang mandiri. Jadi mereka bisa mempunyai pembibitan sendiri. Jadi Ini sangat bagus konsepnya. Tinggal komitmen kita, silahkan lakukan ini selama 2 tahun,"tandasnya.

]]>
Sat, 27 Feb 2021 05:05:00 +0000
Kebakaran Hanguskan Sebelas Rumah di Ibul Besar II, MRI ACT Terjunkan Tim Rescue Pemerintahan http://www.lenterapendidikan.com/berita/pemerintahan/view/kebakaran-hanguskan-sebelas-rumah-di-ibul-besar-ii-mri-act-terjunkan-tim-rescue.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Sebanyak sebelas rumah yang berada di kawasan Ibul besar II, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, hangus dilahap si jago merah tadi malam, Kamis (25/2/2021). Kebakaran tersebut diduga terjadi karena adanya tangki minyak yang meledak, serta mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Tim Emergency Response Masyarakat Relawan Indonesia (MRI ACT) wilayah Sumatera Selatan sejak tadi malam, langsung turut terjun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi para warga, memberikan bantuan pangan, serta bergabung dengan satuan tugas lainnya untuk memadamkan kobaran api.

“Sebanyak 6 orang tim relawan rescue sudah  kami terjunkan sejak semalam, dan langsung kami bagi menjadi beberapa sub bagian agar dapat membantu secara menyeluruh, baik untuk evakuasi dan implementasi,” ujar Uke selaku Head Of Volunteer MRI Sumsel

Siang ini tim MRI ACT Sumsel kembali membersamai para warga yang terdampak kebakaran dengan memberikan bantuan pangan dan hygiene kit, seperti beras, sabun, roti, hingga makanan siap santap. Selain itu, mereka juga melanjutkan giat membersihkan puing sisa kebakaran.

Sementara itu belum dapat dipastikan berapa total jumlah kerugian akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut, karena pihak kepolisian dan instansi terkait juga masih terus melakukan pengecekan dan olah TKP.

]]>
Sat, 27 Feb 2021 03:15:00 +0000
Kemampuan Intelijen ASN Perkuat Zero Konflik di Muba Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/kemampuan-intelijen-asn-perkuat-zero-konflik-di-muba.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA- Pelatihan peningkatan kemampuan intelejen yang diikuti ASN Kabupaten Musi Banyuasin Angkatan I Tahun 2021 di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI selama kurang lebih 5 (lima) hari secara resmi ditutup dan selesai hari ini, Jumat (26/2/2021).

Upacara penutupan dipimpinan oleh Komandan Satuan Induk (Dansat Induk) BAIS TNI, Laksmana Pertama TNI, Akmal SAP, dan dihadiri langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi, di Aula BAIS TNI.

Dalam amanatnya Komandan Satuan Induk (Dansat Induk) BAIS TNI, Laksmana Pertama TNI, Akmal SAP, mengatakan pelatihan ini merupakan implementasi untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar intelejen secara terbatas guna diterapkan dalam sistem keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Bekal kemampuan yang telah saudara miliki sangat penting peranannya sebagai ASN Kabupaten Muba dalam penyelenggaraan pemerintah daerah," kata Dansat Induk BAIS TNI.

Lanjutnya, pembinaan ideologi, wawasan kebangsaan, sosial budaya, penanganan konflik dan penegakan kewaspadaan nasional adalah materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut.

"Sebagai personel yang telah memiliki sense of intellgence, saudara harus dapat melihat setiap kejadian, peristiwa dan perkembangan situasi dilingkungan daerah dimana saudara bertugas dari sudut pandang intelejen sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan segala potensi kerugian yang mungkin terjadi sesuai dengan tugas dan tanggungjawab dilingkungan saudara," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang sudah berkenan menerima tawaran kerjasama untuk memberikan ilmu kepada ASN di Kabupaten Muba. Terutama camat, yang tugasnya hampir 70% menciptakan keamanan dan kenyamanan dan pelayanan publik untuk masyarakat.

"Kepada mantan peserta kalian adalah ASN yang sangat beruntung bisa mendapatkan ilmu disini. Ilmu ini akan diterapkan membantu pemerintah melaksanakan tugas dan mendeteksi dini perubahan-perubahan dilingkungan tugas masing-masin yang bisa mencegah kejadian lebih besar lagi guna menjamin Muba Zero Konflik dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Beni Hernedi," ungkap Sekda Muba.

]]>
Sat, 27 Feb 2021 01:55:00 +0000
Herman Deru Launching Stiker Hologram Tanda Lunas Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Pemerintahan http://www.lenterapendidikan.com/berita/pemerintahan/view/herman-deru-launching-stiker-hologram-tanda-lunas-bayar-pajak-kendaraan-bermotor.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaunching pemasangan stiker tanda lunas pembayaran pajak kendaraan bermotor. Launching stiker b hologram inisiasi Gubernur Sumsel H Herman Deru tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.

"Ini baru pertama di Indonesia, dari 34 Provinsi dan 500 lebih Kabupaten/Kota seluruh Indonesia baru Provinsi Sumsel yang launching stiker pajak kendaraan," kata HD usai melaunching stiker hologram di Kantor bersama Samsat Wilayah Palembang I Kapten A. Rivai Palembang, Jumat (26/2/2021)

Dimana menurutnya, launching stiker yang akan dipasang di plat kendaraan bermotor tersebut bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai reward yang diberikan kepada wajib pajak. Minimal wajib pajak tersebut patuh atas kewajiban-kewajibannya.

"Jika di jalan melihat ada stiiker itu menandakan tahun pajak. Nah ini sebagai servisnya kita berikan berupa hologram, ini menandakan  wajib pajak sebagai orang yang patuh," ungkap HD.

Maka itu, HD mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak bermotor yang selama ini telah secara bertahap dan merata untuk membayar pajak.

Lebih lanjut HD mengatakan setiap pembayaran pajak tentu ada servis, sehingga pajak dan servis itu berimbang. Servis itu, menurutnya, tidak hanya berupa pembangunan, namun juga mulai dari garda terdepan petugas Samsat itu sendiri seperti keramah-tamahan yang di tunjukan.

"Maka buatlah seluas mungkin inovasi sebagai penghargaan bagi wajib pajak. Bila perlu para wajib pajak itu dijadikan seperti raja," terangnya.

Dikesempatan ini, HD juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada jajaran kepolisian Sumsel  yang akan menerapkan aplikasi E-Tilang.

"Jadi Pemprov memberikan bantuan kepada Polda Sumsel untuk memberikan perangkat khusus untuk E-tilang. Sehingga kita menjadi kota modern, termasuk hologram ini bisa dengan mudah di zoom menggunakan kamera tersebut," ucapnya.

Disisi lain, untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terhadap wajib pajak, Herman Deru telah memerintahkan kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Sumsel  untuk berkerjasama dengan pihak Kepolisian dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Sumsel untuk menindak tegas dan mengecek seluruh mobil dinas berplat merah mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa yang tidak membayar pajak. 

"Saya sudah intruksikan dimulai dari kendaraan aparatur pemerintah dulu yang berplat merah untuk ditertibkan bayar pajaknya di seluruh penjuru Sumsel mulai dari tingkat desa sampai provinsi tanpa pengecualian, bila perlu para Bupati/Walikota untuk segera menggelar apel kendaraan, ini kita lakukan agar menjadi teladan bagi masyarakat," terangnya.

Dia juga akan memberikan reward bagi daerah yang tertib membayar pajak.

"Nanti bagi daerah yang tertib akan diberikan reward. Akan kita kasih penghargaan bagi daerah yang tertib wajib pajak," katanya. 

Maka HD minta untuk segara diinventarisir dari 29 Samsat yang ada di Sumsel untuk menzooming yang mana kendaraan dinas belum bayar pajak mulai dari tingkat desa, Kab/kota hingga Provinsi. "Kalau ini optimal saya yakin PAD kita akan lebih baik meski dimasa pandemi saat ini," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, Hj. Neng Muhaiba mengatakan stiker berbentuk hologram ini berlaku 1 tahun dan memiliki kode keamanan yang tinggi, dan tidak dapat dipalsukan. 

Ini juga, lanjut Neng merupakan gagasan ini ditindak lanjuti oleh SK Gubernur no 112/kpps/Bapenda/2020 tanggal 11 Februari tentang pemasangan stiker untuk wajib pajak. Merupakan refleksi terobosan dalam meningkatkan pendapatan hasil daerah. 

"Selain pertama di Indonesia, tujuan terbentuknya gagasan ini dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah dan untuk mendukung pembangunan yang ada di Sumsel.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 21:25:00 +0000
Ponpes Laa Roiba Grand Opening Unit Usaha “BESEBAB" Muara Enim http://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/ponpes-laa-roiba-grand-opening-unit-usaha-besebab.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Berbagai usaha dan upaya yang dilakukan Ponpes Laa Roiba Muara Enim untuk menunjang operasionalnya. Salah satu inovasinya adalah membuka Unit Usaha "BESEBAB" (Berkah Bersedekah Barang Bekas).

Hal tersebut terungkap pada saat Grand Opening Unit Usaha BASEBAB di Jl Mayor Cik Agus Kiemas, Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Jumat (26/2/2021). Kegiatan tersebut dihadiri dan diresmikan oleh Bupati Muara Enim yang diwakili Kadisdik Muara Enim Irawan Supmidi didampingi pimpinan Ponpes Laa Roiba H Taufik Hidayat, Ketua Baznas Muara Enim diwakili Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Drs Syarifuddin dan Wakil Ketua III Bidang Keuangan H Imron Yadad, para tamu undangan dan tenaga pengajar serta santri Ponpes Laa Roiba. Selain itu, dilakukan pemotongan pita dan nasi tumpeng serta simulasi mesin pencacah plastik.

Menurut H Taufik Hidayat, tercetusnya ide membuka unit usaha BASEBAB tersebut dilatar belakangi untuk mengajak masyarakat bersedekah barang bekas, sebab biasanya dirumah-rumah warga banyak sekali barang bekas yang bertumpuk. Daripada dibuang ke sungai atau sembarangan lebih baik diberikan ke kami. Nanti, barang bekas seperti pakaian tersebut akan kami sortir dan akan dijual kembali dengan harga murah yang terjangkau masyarakat menengah kebawah. Begitu juga alat elektronik akan diperbaiki, jika tidak bisa lagi barulah dilakukan daur ulang.

"Kita mengajak masyarakat untuk bersedekah, tidak mampu dengan barang bagus barang bekaspun bisa. Namun kita juga menerima barang bagus dari masyarakat," seloroh Taufik yang merupakan alumni MAN 2 Palembang ini.

Masih dikatakan Taufiq, Ponpes Laa Roiba ini baru berdiri sekitar 1,5 tahun yang lalu, dan alhamdulilah pihaknya akan membuka cabang Ponpes Laa Roiba 2 di Desa Panang Jaya, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Dan untuk mendukung operasional selama ini, kita berusaha mandiri dan donatur masyarakat, sebab untuk operasional Ponpes Laa Roiba selama satu bulan membutuhkan dana sekitar Rp 85 juta. Sedangkan santri yang masuk semuanya digratiskan mulai dari pemondokan, kegiatan belajar mengajar, makan, pakaian, buku dan sebagainya, bahkan pakaian mereka kita yang melaundrikan. Tapi syarat santri yang masuk harus anak Yatim Piatu dan tidak mampu. Untuk mendukung operasional itu kita harus membuka unit-unit usaha baru seperti pekerbunan sawit, BASEBAB, dan pertanian, sebab kita tahu sampai sejauhmana para donatur kita mampu membantu dengan kondisi tidak menentu seperti saat ini.

"Alhamdulilah, santri kita selama 1,5 tahun sudah ada yang hapal 12 juz. Dan tiga santri terbaik sudah kita kirim ke Bandung untuk memperdalam hapalan dan ilmunya yang nantinya jika sudah selesai akan bisa membantu kita. Nanti setiap tahun akan kita kirim santri terbaik yang biayanya semua dari kita," jelasnya.

Ketua Baznas Muara Enim yang diwakili Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Drs Syarifuddin, bahwa pihaknya sangat mendukung dengan pembukaan unit usaha ini, dan pihaknya percaya kedepan akan maju apalagi jika yang mengelolanya adalah Ponpes Laa Roiba. Sebab terbukti, baru 1,5 tahun berdiri, kemajuan Ponpes La Roiba sangat pesat seperti tidak percaya dan bisa dikatakan mengungguli Ponpes yang sebelumnya ada di Kabupaten Muara Enim. Dan mudah-mudahan kedepan terus maju, dan menjadi yang terbesar di Muara Enim bahkan bila perlu Se-Sumsel.

"Buktinya Ponpes Laa Roiba sudah membuka caban di Desa Panang Jaya yakni Ponpes Laa Roiba II. Makanya kita langsuny bantu tiga gerobak untuk membawa barang bekas tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kadiknas Muara Enim Irawan Supmidi, pihaknya sangat mengapresiasi inovasi yang briliant dari Ponpes Laa Roiba dengan membuka Unit Usaha BASEBAB ini. Karena ini sejalan dengan misi dan visi Kabupaten Muara Enim Merakyat dimana Agamis merupakan yang pertama menjadi prioritas Pemkab Muara Enim. Jadi, agama dan akhlak adalah yang utama setelah itu baru ilmu dan sebagainya. Adapun tempat yang cocok sebagai tempat pebndidikan agama Islam, adalah Ponpes yang salah satunya Ponpes Laa Roiba. Makanya Pemerintah memberikan  perhatian serius kepada Ponpes di Kabupaten Muafa Enim. Dan mudah-mudahan kedepan keberadaan Ponpes Laa Roiba bisa membanggakan Kabupaten Muara Enim.

"Saya tadi sedikit terkejut, biaya operasional Ponpes Laroiba sekitar Rp 85 juta perbulan, padabal semua anak yang didik gratis mulai dari masuk, pakaian , tempat tinggal, makan dan sebagainya. Sebab Ponpes yang bayar saja masih susah untuk menutupi biaya operasional apalagi gratis dan milik swasta bukan pemerintah," pungkasnya.

Untuk itu, lanjut Irawan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk beramai-ramai bersedekah dengan memberikan barang bekas ke BASEBAB. Sebab pihaknya yakin dirumah warga banyak ditemukan barang bekas, daripada memenuhi tempat dan dibuang sembarangan lebih baik kita sedekahkan.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 19:10:00 +0000
Warga Muba Siap-siap Dilatih untuk Dapat Skill Baru Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/warga-muba-siap-siap-dilatih-untuk-dapat-skill-baru.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dibawah komando Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan program dan aksi nyata pelatihan yang diberikan Disnakertrans Muba untuk warga masyarakat Muba khususnya yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Langkah ini diambil sebagai salah satu bentuk upaya  Disnakertrans Muba melalui BLK Sekayu untuk ikut menopang Program Pengentasan Kemiskinan terutama pada sektor peningkatan kapasitas SDM di Musi Banyuasin," ujar Kepala Disnakertrans Muba, Mursalin SE MM.

Mursalin menyebutkan, pelatihan ini diberikan bagi warga Muba yang memenuhi sarat dan diberikan prioritas bagi warga yang namanya tercantum dalam data DTKS.

"Saat ini masih dalam tahap pendaftaran peserta, sebagai langkah awal yang sudah dilaksanakan sebelumnya, Disnakertrans Muba telah melakukan kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi dalam wilayah Muba, dimana lulusan Diklat BLK Sekayu akan diikut sertakan magang di beberapa perusahaan yang memang sudah berkomitmen untuk melaksanakan pemberdayaan SDM lokal sesuai dengan amanat Perda Muba no 2 tahun 2020.Tentang Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja," urainya.

Sementara itu, Kepala BLK Sekayu Fairus SE MM menjelaskan bahwa untuk tahap awal ini akan dilatih sebanyak 16 orang perangkatan namun ini akan menyesuaikan perkembangan ke depan.

"Jika memang terjadi lonjakan peminat pelatihan maka akan diadakan lagi untuk tahap dua dan seterusnya serta pada bidang keahlian lainnya," ulasnya.

Lanjut dia, prinsipnya Balai Latihan Kerja Sekayu (BLK) sangat berkomitmen dalam rangka peningkatan kualitas dan kapasitas sumberdaya manusia Musi Banyuasin. "Dan diharapkan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang profesional dan memiliki keahlian," harapnya.

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menuturkan, pelatihan akan dilakukan berkala dan menyisir warga pelosok terutama yang terdaftar dalam DTKS dan masih usia produktif. "Ini upaya kita meningkatkan kualitas persaingan kerja SDM lokal Muba," kata Dodi Reza.

Kepala Daerah Inovatif 2020 ini menambahkan, selain meningkatkan skill dan daya saing kerja, pelatihan ini ditujukan warga Muba dapat skill baru untuk kemampuan pengembangan diri. "Jadi kan tidak hanya untuk siap kerja saja, tapi ada skill baru yang memungkinkan untuk bekal berwirausaha sendiri dengan modal skill baru nantinya," tandasnya.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 18:05:00 +0000
HD Ingatkan Bupati yang Baru Dilantik Fokus Urusi Rakyat Pemerintahan http://www.lenterapendidikan.com/berita/pemerintahan/view/hd-ingatkan-bupati-yang-baru-dilantik-fokus-urusi-rakyat.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru mengingatkan kepada kepala daerah yang baru saja dilantik untuk lebih banyak bekerja untuk rakyat, bukan banyak berada di Jakarta. Dijelaskan HD, setelah dilantik menjadi kepala daerah, masyarakat tentu sudah menentikan kinerja pemimpin yang baru dengan harapan bisa melayani dengan baik, terutama dalam perbaikan bidang ekonomi. 

“Saya ucapkan selamat. Pesan saya, silahkan bekerja untuk rakyat, jangan terlalu banyak meninggalkan daerah. Jangan banyak di Jakarta, apalagi sudah seperti tinggal di Jakarta. Masyarakat harus kita urus,” tegas HD dalam sambutannya usai pengambilan sumpah enam kepala daerah baru di Griya Agung Palembang, Jumat, (26/2/21). 

Selain itu, HD juga mengajak kepala daerah agar menjadi pemimpin yang mudah untuk dijangkau masyarakat. Hal inilah yang menjadikan kepala daerah harus ada dan tidak berpergian meninggalkan tugasnya. 

“Dalam enam bulan ini, kepala daerah harus menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ini harus menjadi perhatian, agar program dan visi misi sudah bisa dijalankan,” imbuhnya. 

Menurut HD, enam kepala daerah yang dilantik merupakan pilihan masyarakat pada Pemilu 2020 lalu. Pihaknya juga mengucapkan kepada berbagai pihak karena telah mensukseskan Pilkada Serentak di Sumsel tanpa terjadinya konflik apapun. 

“Kepada masyarakat, penyelenggara Pemilu enam daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020 lalu, saya ucapkan terimakasih,” ucapnya. 

Dalam menjalankan roda pemerintahan HD juga berharap, kepala daerah dapat memberikan contoh dalam mewujudkan kerukunan. Baik rukun antara bupati bersama wakil bupati, rukun kepada jajaran, hingga rukun kepada masyarakat. 

“Setelah dilantik, para kepala dearah harus segera bekerja. Melaksanakan visi dan misi masing-masing untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. 

HD menilai, kerukunan menjadi model utama dalam melayani, membangun dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. 

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel, H Herman Deru melantik enam kepala daerah yang telah disahkan sebagai pemenang dalam Pilkada Serentak 2020 lalu. Keenam kepala daerah tersebut yakni Kabupaten OKU Timur, H Lanosin, S.T dan H M Adi Nugraha Purna Yudha, SH, Kebupaten Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, SH dan H Ardani SH., MH, Kabupaten Musi Rawas, Ir Hj Ratna Machmud dan Hj Suwarti S.IP. 

Sementara itu, untuk Kabupaten OKU Selatan, Popo Ali Martopo, B.Com dan Sholehien Abuasir, SP., M.Si, Kabupaten Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni dan H Innayatullah dan Kabupaten OKU, Drs Kuryana Aziz dan Drs Johan Anuar, SH., MM. 

“Untuk Kabupaten PALI, masih dalam penyelesaikan proses Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah selesai dan dipustukan MK baru akan dilantik,” terangnya. 

Sementara itu, Kabupaten OKU Timur, H Lanosin, S.T mengatakan, pihaknya akan langsung tancap gas untuk menyelesaikan RPMJD yang dalam aturannya ditenggat selama enam bulan kedepan. 

Disisi lain, Lanosin juga akan berkomitmen mewujudkan berbagai program pro rakyat selama 100 hari menjadi sebagai Bupati OKU Timur. Salah satunya, program insentif bagi guru ngaji, santunan kematian, insentif bagi penjaga makam dan lain sebagainya. 

“Sektor bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu fokus utama kita,” pungkasnya. 

]]>
Fri, 26 Feb 2021 16:20:00 +0000
BPTP Sumsel Temui Bupati DRA, Usul Kerjasama Uji Riset Varlok Muba Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/bptp-sumsel-temui-bupati-dra-usul-kerjasama-uji-riset-varlok-muba.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sumatera Selatan mendatangi Kantor Bupati Muba, Jum'at (26/2/2021) bertemu langsung dengan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam rangka Penyerahan Sertifikat Sumber Daya Genetik (SDG) Varietas Lokal (Varlok) Kabupaten Musi Banyuasin.

Dikatakan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sumatera Selatan Bapak Dr Atekan SP MSi bahwa dari hasil riset pihaknya berkeinginan untuk segera melepas Varlok Kabupaten Muba seperti tanaman Padi dari Lalan, Gambir dari Babat Toman, Pisang Bakaran dari Babat Supat dan Salak Montok dari Sungai Lilin.

"Kalau varietas padi, gambir, pisang kepok dan Salak montok ini sudah dilepas secara nasional berarti varietas tanaman tersebut sudah diakui milik Kabupaten Muba sehingga sudah bisa dibibitkan secara massal,"jelasnya.

Atekan menjelaskan dengan diakuinya Padi, Gambir, Pisang Kepok dan Salak Montok sebagai tanaman asli dari Kabupaten Muba, maka pihaknya bisa mengembangkannya secara massal.

"Selain tidak memiliki anggaran khusus untuk pengembangannya, selama ini kita juga terkendala karena belum dilepas secara nasional," urainya.

Sementara itu Bupati Muba menyambut baik dan siap mendukung rencana BPTP Provinsi Sumsel untuk melakukan uji riset terhadap varietas lokal Kabupaten Muba.

"Silahkan nanti kita Pemkab Muba buatkan dulu masterplan nya, baik dari sisi riset maupun pengembangannya dari setiap varietas yang ada. Mungkin nanti bisa juga kita kerjasamakan dengan BPTP mulai dari riset benih sampai ke proses panen  dan pengembangan varietas tersebut,"ucap Dodi.

Lebih lanjut Bupati Muba menjelaskan, bahwasannya untuk varietas tanaman gambir harus ada keberlangsungan, pohon gambir ini harus tetap ada, kalau tidak maka hilirisasi produk unggulan Muba bisa hilang, maka dari itu dibutuhkan juga konsep bantuan uji riset dari BPTP.

Pada kesempatan yang sama tim dari BPTP Sumsel ini mengenalkan produk Kalung Eucalyptus, inhaler dan roll on kepada Pemkab Muba. Produk Eucalyptus dengan khasiat diantaranya untuk gangguan saluran pernafasan karena mempunya kemampuan sebagai pelega saluran pernafasan, pengencer dahak, pereda nyeri, pencegah mual, anti inflamasi dan efek menenangkan. Diharapkan membantu pemerintah menanggulangi permasalahan wabah COVID-19.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 14:10:00 +0000
Aspal Karet dan Bensin Sawit Muba Diyakini Mampu Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/aspal-karet-dan-bensin-sawit-muba-diyakini-mampu-dorong-pemulihan-ekonomi-nasional.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA- Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA lagi-lagi mendapat panggung terhormat atas inisiasi terobosan Inovasi aspal karet, dan pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel serta komitmennya yang kuat dalam menangani persoalan perekonomian terutama dalam pemberdayaan UMKM di tengah pandemi yang sudah dilakukan di Muba.

Keberhasilan Bupati Dodi Reza dalam Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19 menjadi perhatian publik. Kali ini Bupati Terinovatif, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menjadi narasumber pada Webinar Internasional Praktik Baik Pemulihan Ekonomi Lokal di Jepang dan Jerman serta Dialog Nasional Penguatan Sinergi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha dan Kelompok Masyarakat Sipil di Indonesia dan Kawasan Sub-Regional IMT-GT, secara virtual yang diikuti oleh unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas masyarakat sipil, Kamis (25/2/2021) bertempat di Ruang Rapat Bupati Muba.

Webinar  bertema “Praktik Baik Sinergi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Pelaku Usaha dan Kelompok Masyarakat dalam Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Musi Banyuasin”, dipaparkan Bupati Muba mengenai langkah strategis yang dilakukan Pemkab Muba dalam inovasi hilirisasi karet dan sawit di Kabupaten Muba.

Dalam paparannya, Dodi menceritakan inisiasi terobosannya terkait aspal karet. Bahannya adalah lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar. Dikatakannya bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat tersebut dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. "Ada empat keuntungan yang bisa bermanfaat bagi petani dan kontraktor bahkan negara atas hilirisasi di sektor komoditi karet,"ungkapnya.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, yaitu keuntungan pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, bisa Rp 20.000 perkilogram. Di mana saat ini melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi lateks mencapai 15 ton perhari.

Keuntungan kedua dari sisi teknis. Menurutnya, walau secara harga aspal karet lateks ini harganya lebih mahal tapi umurnya, namun ketahanannya dua kali lebih panjang. Karena mengandung karet jadi lebih lentur. Kemudian tahan air atau kedap air.

Keuntungan ketiga sambung Dodi, dari sisi bisnis. Sedangkan keuntungan keempat dikatakan Dodi, dari sisi regulasi pengadaan bahan baku lateks dari petani. 

Selain itu, Bupati DRA juga menjelaskan  strateginya secara terperinci dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel yang sudah dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Progres implementasi pembangunan Pabrik IVO di Muba. Survei dan kerjasama PT BSS untuk pengelolaan TBS milik KUD periode Mei 2020 sampai dengan pembangunan PKS baru selesai. Selanjutnya, relokasi ITB dan BPDKS ke lokasi PKS yang akan dikerjasamakan dengan KUD. Nah hasil produksi IVO low FFA ditargetkan dapat digunakan oleh Pertamina Plaju diawal tahun 2021, dan mesin penghasil IVO disebut PKS IVO,"terangnya.

Bupati Dodi Reza Alex Noerdin juga  memaparkan langkah strategis market by event yang dilaksanakan secara gradual akan mendorong pasar baru bagi UMKM terutama di sektor kuliner, hotel, transportasi.

Sementara itu Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Dr Kastorius Sinaga menanggapi apa yang dipaparkan oleh Bupati Muba pada webinar Internasional Praktik Baik Pemulihan Ekonomi tersebut.

"Inovasi aspal karet dan bensin sawit yang diinisiasi Pemkab Muba ini patut dicontoh oleh daerah lain, karena mampu mencari celah di tengah kesulitan untuk mensejahterakan rakyatnya, tentunya terobosan seperti ini mampu mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional di daerah, "pungkasnya.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 07:15:00 +0000
Balai BPOM Palembang Targetkan Penurunan Pelanggaran PALEMBANG http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/balai-bpom-palembang-targetkan-penurunan-pelanggaran.html Lentera-PENDIDIKAN. com,PALEMBANG-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang gelar sosialisasi penyebaran informasi produk omkaba dalam rangka media gathering di aula balai besar BPOM Palembang, Kamis (25/2/2021).

Kepala Balai BPOM  Kota Palembang Yosef Dwi Irwan mengatakan, untuk memutus mata rantai peredaran obat dan makanan ilegal salah satunya kami memaparkan tentang bagaimana obat dan makanan yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

"Teman-teman media agar bisa menjadi penyambung informasi  dari kami yang melanjutkan menyebarkan kepada keluarga maupun masyarakat sehingga dapat terus meningkatkan upaya-upaya untuk memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman, berhasiat serta bermanfaat," ujarnya.

Lebih lanjut Yosef menuturkan,  ini  menjadi salah satu upaya dan ikhtiar dari BPOM untuk mengajak media sebagai salah satu ujung tombak yang memberikan informasi kepada masyarakat yang sering terjun langsung kemasyarakat sehingga bisa bermitra dengan BPOM.

"Target di 2021 agar menurunnya tingkat pelanggaran sehingga menjadi daya saing bagi produk lokal untuk tumbuh berkembang apalagi dimasa pandemi covid-19 tentu kita tahu ekonomi mengalami sedikit goncangan tetapi kami akan memberikan kontri positif kepada  pelaku usaha dalam menggerakan ekonomi Sumsel,"katanya. 

Yosef menjelaskan untuk himbauan kepada produsen teruslah tetap mengikuti peraturan yang berlaku dalam memproduksi produk sesuai dengan ketentuan dan jangan menggunakan barang-barang yang berbahaya serta mengurus legalitasnya.

"Untuk masyarakat  tentunya menjadi masyarakat yang cerdas , yang bijak serta  mampu melindungi diri sendiri maupun keluarga dari obat dan makanan ilegal yang merusak kesehatan dengan cara cek kemasan, lebel, kadaluarsa sebelum membeli atau mengkonsumsi," harapnya.

Yosef menambahkan tindakan kepada produsen yang melakukan berulang-ulang melanggar ketentuan BPOM dalam menjual produknya.

"Apabila terus berulangkali melakukan pelanggaran bisa dilakukan upaya-upaya penegakan hukum yang  lebih represif dalam rangka memberikan efek penjeraan kepada produsen untuk melindungi masyarakat," pungkasnya.  

]]>
Fri, 26 Feb 2021 06:00:00 +0000
Warga Sanggah, Minta BPN Ukur Ulang Lahan Terkena Proyek Jalan Tol Muara Enim http://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/warga-sanggah-minta-bpn-ukur-ulang-lahan-terkena-proyek-jalan-tol.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Puluhan warga Muara Enim terutama yang lahannya terkena proyek jalan tol di wilayah Desa Kepur, memberikan sanggahan ke BPN Muara Enim. Pasalnya pengukuran lahan mereka yang dilakukan oleh BPN Muara Enim tidak singkron antara pengukuran secara manual dengan pengukuran menggunakan GPS, termasuk perhitungan tanam tumbuhnya.

"Lahan saya ketika diukur secara manual sekitar empat hektar yang terkena proyek jalan tol, namun ketika diukur menggunakan GPS jadi berkurang sekitar tiga hektar. Jadi kemana tanah saya yang satu hektarnya," ujar salah satu warga Muara Enim yang enggan namanya untuk ditulis.

Menurutnya, pada saat pengukuran awal, mereka memang diajak pengukuran dilapangan tapi tidak tahu seberapa luas lahan milik mereka yang diukur versi BPN. Mereka hanya diberitahu versi GPS  bukan versi manual (meteran). Kemudian bagaimana nasib lahan kami yang terpotong tinggal sedikit

terkena proyek tol, untuk berkebun sudah nanggung dan dicarikan solusinya misalnya dibeli saja. Apalagi jika sisa tersebut berada diseberang jalan tol, tentu mereka menjadi jauh jika berkebun sebab harus memutari jalan tol mencari fly over untuk melintasi jalan tol sehingga sebelumnya bisa dicapai dengan jalan kaki, setelah ada tol harus menggunakan sepeda motor.

"Kami itu jika diukur secara manual lebih yakin ketimbang dengan versi GPS yang juga memiliki human errornya," pungkasnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi ke Kepala BPN Muara Enim melalui Kasi Pengukuran Dinda Nuryadin SST SH MSi, bahwa pihaknya mempunyai standar aplikasi sendiri yang lebih akurat dalam melakukan pengukuran lahan milik warga dengan menggunakan citra satelit dan titik koordinat. Jika sudah dapat titik-titik kordinatnya tinggal di arsir lahan mana yang akan diukur luasnya maka otomatis keluar angka luas lahan tersebut. Adapun tugas kita adalah melakukan inventarisasi dan indentifikasi lahan, tanam tumbuh dan bangunan yang berdiri diatas lahan yang masuk trase jalan tol tersebut.

Mengenai ada warga yang menyanggah, lanjut Dinda memang benar ada sekitar 30 orangan dengan sanggahan masalah ukuran luas lahan dan perhitungan tanam tumbuh. Dan atas sanggahan tersebut, kita akan lakukan pengukuran ulang dilapangan, namun jika hasilnya masih sama maka warga harus menerimanya. Untuk masalah besaran ganti rugi lahan BPN tidak tahu sebab itu merupakan kewenangan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang independen yang diminta oleh PUPR Pusat.

Begitupun untuk lahan sisa mungkin ada petunjuk atau kebijakan dari pemerintah, karena tugas BPN hanya mengukur luas lahan sesuai permintaan yang masuk trase jalan tol. Untuk tanam tumbuh pihaknya ada tim gabungan terpadu untuk menghitungnya seperti BPN, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, PUPR dan instansi terkait. Jika warga tidak menerima hasil pengukuran lahan, tanam tumbuh tersebut tentu pihaknya akan Konsinyansi pengadilan, ujarnya.

"Kita tidak berani bermain-main uluran, pokoknya kami sesuai fakta dilapangan. Jika ada kekeliruan kita siap melakukan perbaikan," pungkasnya.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 05:05:00 +0000
Lawan Isu Negatif Sawit, Lewat LTKL Dodi-Beni Lakukan Hal Ini Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/lawan-isu-negatif-sawit-lewat-ltkl-dodi-beni-lakukan-hal-ini.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Muba- Sebagai pilot project replanting atau peremajaan kelapa sawit hingga pengelolaan kelapa sawit menjadi bensin di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Muba dibawah kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sekaligus sebagai Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) terus mendukung Program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) di berbagai daerah bahkan dunia.

Hari ini, Kamis (25/2/2021) Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi sebagai Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi program di LTKL membuka dialog dengan tema “Sharing Experiences Along The Palm Oil Supply Chain”. Diman Kegiatan ini merupakan kerjasama antara LTKL dengan FONAP.

Wabup Beni Hernedi menjelaskan kepada market Jerman dan pelaku- pelaku komunitas sawit di Indonesia, apa saja sudah dilakukan terkait perbaikan sawit di Indonesia.

Ia juga menyampaikan kiprah kabupaten di Indonesia dalam level LTKL nasional, dicontohkan Beni di Muba sendiri sudah ada perbaikan kelapa sawit lewat replanting dengan cara cara yang benar dan terdata.

Ia kemudian, memberikan contoh di Siak juga sudah ada Perda Siak Siap Hijau dan di Sintang melakukan pendataan dengan baik. Dia berharap negara luar tidak termakan isu negatif terkait sawit.

Perkembangan minyak sawit berkelanjutan Indonesia di tingkat kabupaten, menurut Beni Hernedi sudah ada 5 kabupaten LTKL yang melaporkan kemajuan.

"Anggota kabupaten kami juga mengalami kemajuan. Sampai saat ini, lima (5) anggota kabupaten telah melapor ke kementerian berdasarkan implementasi Rencana Aksi Nasional Minyak Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB). Kemajuan yang ditunjukkan dalam presentasi ini, seperti: (1) Pembentukan sistem data & tata kelola multi-pemangku kepentingan (misalnya Sanggau didirikan Database E-Sawit),"terangnya.

Selanjutnya, (2) Pelaksanaan program peningkatan kapasitas petani kecil, seperti Good Agricultural Practices (GAP), Peremajaan Sawit Rakyat atau Replanting ( Musi Banyuasin sebagai kabupaten percontohan yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian), (3) Menerbitkan peraturan pemantauan untuk pengelolaan lingkungan (seperti Inventarisasi Pengurangan Emisi Rumah Kaca di Gorontalo), dan (4) Menetapkan mekanisme penanganan konflik (misalnya Sintang memiliki satuan tugas khusus untuk menangani konflik di sektor pertanian - terutama kelapa sawit).

Terakhir, dikatakan keterbatasan jumlah petani kecil bersertifikat - perlu ditangani  bersama-sama untuk memastikan petani kecil memiliki akses dalam proses ini.

"Saya bangga terhadap LTKL, asosiasi kabupaten kami dapat bekerja sama dengan FONAP dan melakukan salah satu fungsi terpenting yakni menghubungkan situasi dalam lewat nternasional dialog ini.  Yurisdiksi penghasil seperti distrik kami memahami pasar dan pada saat yang sama, anggota FONAP sebagai pelaku pasar lebih memahami sisi produksi,"pungkasnya.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 04:20:00 +0000
DPW Asperindo Sumsel Siap Dukung Program Pemprov Sumsel Ekonomi & Bisnis http://www.lenterapendidikan.com/berita/ekonomi-bisnis/view/dpw-asperindo-sumsel-siap-dukung-program-pemprov-sumsel.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) periode 2020-2024, yang di gelar  Gedung Graha Bina Praja (Auditarium) Pemprov Sumsel, Kamis (25/2/2021).

Ketua Umum Asperindo Mohammad Feriadi mengatakan berharap pelantikan kepengurusan yang baru asperindo bisa lebih menunjukan eksistensinya di organiasasi dan juga memiliki program terbaru yang akan membawa asperindo lebih maju.

"Kita mengharapkan bisa meneruskan secara  estafet dari ketua sebelumnya dengan adanya kepengurusan yang baru. Mudah-mudahan DPW Asperindo ini dapat menunjukan eksistensi organisasi. Dan hanya mengikuti program DPP tapi kita harapkan memiliki program sendiri dan dapat bermanfaat buat masyarakat, " tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPW Asperindo Haris Jumadi menambahkan, dengan dilantiknya kepengurusan yang baru  agar mendapatkan perhatian khususnya pemerintah, karena Asperindo akan selalu mendukung dan mewujudkan program pemerintah Sumatera Selatan.

" Kami DPW Asparindo siap mendukung program Sumsel maju sesuai kapasitas kami pelaku industri pos logistik di Sumsel. "Apa yang menjadi kendala kita di lapangan akan kami koordinasikan dengan pemerintah dan stakeholder yang ada sesuai amanat dari pak Gubernur tadi agar berkoordinasi," pungkasnya.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 03:15:00 +0000
Bupati Dodi Reza Lantik 129 PPK dan Langsung Serahkan SK Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/bupati-dodi-reza-lantik-129-ppk-dan-langsung-serahkan-sk.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Setelah hampir dua tahun menunggu, akhirnya sebanyak 129 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Muba yang lulus pada Februari 2019, resmi dilantik dan diambil sumpah, Kamis (25/2/2021).

Pelantikan dan pengambilan sumpah bagi PPPK ini dilakukan langsung Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin di Opp Room Pemkab Muba. Sejak menjalani prosesi pelantikan dan diambil sumpah, para PPPK  langsung menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Menurut laporan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi, secara serentak hari ini digelar Peresmian Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2019, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Fungsional, Pengucapan Sumpah / Janji Pegawai Negeri Sipil Formasi Khusus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Pola Pembibitan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Peresmian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Khusus Pola Pembibitan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba.

"Jumlah pegawai PPPK formasi 2019 yang akan diresmikan sebanyak 129 orang dengan rincian, 27 orang formasi Penyuluh Pertanian, 101 orang formasi Guru dan 1 orang formasi Tenaga Kesehatan.  Masa perjanjian kerja pegawai PPPK yaitu selama Lima tahun, terhitung sejak 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2025. Nantinya akan diperpanjang jika yang bersangkutan mendapatkan penilaian kinerja yang baik dan tercapai target yang sudah disepakati. Mengenai hak dan aturan yang harus dipatuhi para pegawai PPPK sudah ada tertulis pada SK perjanjian,"jelasnya.

Lanjut Sekda, adapun jumlah pejabat fungsional yang diambil sumpah sebanyak 15 orang, PNS satu orang lulusan IPDN dan empat orang lulusan STTD serta diresmikan CPNS 1 orang lulusan STTD.

Sekda, mengatakan hari ini juga akan diserahkan kartu Taspen bagi ASN yang baru lulus, kemudian Dana Taspen bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun, dan pemberian jaminan sosial kepada dua orang almarhum ASN Pemkab Muba kepada ahli waris.

Dalam sambutan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, dirinya menceritakan bahwa sekitar Lima tahun yang lalu saat masih berkantor di Senayan, ada rombongan tenaga pendidik honorer dari pelosok Kabupaten Muba, tiba di Jakarta setelah melalui perjalanan panjang, datang ke kantor kementerian dan DPR RI. Para guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun berharap kepastian untuk diangkat menjadi PNS.

"Pada waktu kami menjabat Bupati Muba pun kerap kali didatangi para guru honorer, kembali menyuarakan isi hati mereka untuk bisa ikut korps PNS. Maka kami Pemkab Muba tidak berdiam diri saja, ikut memperjuangkan nasib guru honorer. Akhirnya pertama kali di Muba, rekan-rekan kita yang sudah berjuang puluhan tahun untuk diangkat menjadi korps PNS, hari ini terjawab sudah. Selamat kepada pegawai PPP3  yang mulai saat ini perjuangan kalian sudah dihargai oleh pemerintah,"ucap Dodi.

Bupati Dodi Reza berpesan kepada ASN, CPNS yang baru diambil sumpah dan Pegawai PPPK yang sudah dilantik, semua sudah dalam korps ASN Pemkab Muba. Dirinya menitipkan pesan, agar dapat menunjukkan kinerja dengan ebih baik, karena seluruh ada proses evaluasi dan penilaian kinerja. Menjadi catatan penting bagi para ASN untuk mengikuit proses kepegawaian kedepannya.

"Selamat bekerja, lakukan yang terbaik, dan jelas etos kerja harus segera ditanamkan dalam sanubari, disiplin kunci utama dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, karena pastinya akan berdampak pada kinerja, jika tidak maka saya tidak akan segan-segan memberikan sanksi,"pungkasnya.

]]>
Fri, 26 Feb 2021 02:30:00 +0000