Lentera Pendidikan.Com http://www.lenterapendidikan.com/ Lentera Pendidikan id 2017 Lentera Pendidikan.Com www.desa-coding.com Tue, 25 Jun 2019 00:34:16 +0700 ICMI Dukung Anis Saggaff Tetap Jadi Rektor Unsri PALEMBANG http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/icmi-dukung-anis-saggaff-tetap-jadi-rektor-unsri.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Kepempinan Prof. Anis Saggaff yang telah menjadi rektor Univesitas Sriwijaya (Unsri) sejak 2015 lalu mendapat pujian dari berbagai kalangan yang dianggap sukses membawa Unsri lebih baik. Apalagi, program kerja yang ingin menjadikan Unsri sebagai International University pada Tahun 2021, peningkatan pengabdian masyarakat, serta kesejahteraan dosen, karyawan, dan mahasiswa harus tetap dilanjutkan.

Ketua Masika ICMI kota Palembang, H. Donny Meilano, SHi, M.Sy mengatakan pihaknya ingin tetap mendukung pencalonan Anis Saggaff sebagai rektor Unsri Dua periode. Pihaknya juga ingin melanjutkan program kerja menjadi Unsri jadi International University pada Tahun 2021.

Sosok Anis Saggaff sendiri dinilai sebagai sosok yang amanah. Apabila kita menyimak dari sudut kepribadian Anis Saggaff bahwa beliau orangnya bersahaja, baik dengan semua orang dan tidak Sombong. Selain itu, beliau juga dekat dengan segala golongan, baik dengan kepala daerah, pejabat, tokoh masyarakat, serta alim ulama.

“Di kampus sendiri beliau sangat menperhatikan mahasiswanya, khususnya yang tidak mampu dan bermasalah dalam proses akademik. Beliau juga mengajarkan mahasiswa untuk beretika dan berakhlaq di samping keilmuan yang dipelajari. Kondisi ini beliau menjadi panutan dan sangat layak menjadi pemimpin di UNSRI untuk periode ke-2 tahun 2019-2023,” kata Donny usai Diskusi Mendukung Pemimpin Yang Bersih dan Amanah (Untuk Pemimpin Unsri Dua periode 2019-2023).

Bila memperhatikan perubahan yang terjadi terhadap Unsri selama Empat tahun terakhir. Pembangunan dan peningkatan telah dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan niat baik, kejujuran dan bersih bebas korupsi. 

“Segala bentuk permainan proyek yang terindikasi merugikan keuangan Unsri dan negara telah dipangkas habis dan mengedepankan profesional kerja serta taat hukum/aturan bagi semua pihak termasuk internal Unsri sehingga tidak menutup kemungkinan banyak pihak yang kurang puas dan senang atas kebijakan Anis Saggaff selama memimpin ini dan diharapkan kebijakan yg ketat untuk menjaga Unsri yg bersih tetap berjalan untuk periode 4 tahun kedepan. Dan menjadikan Unsri yang kuat, bersih, bebas korupsi dan berpengalaman, serta dapat melanjutkan program kerja yang telah dimulai sejak Tahun 2015-2019 dan berlanjut 2019-2023,” pungkasnya.

Berikut pencapaian yang telah dicapai selama kepemimpinan Anis Saggaff di Unsri, yaitu: Akreditasi prodi pada 10 fakultas dan 1 pasca sarjana, Akreditasi institusi dari tdk terakreditasi menjadi terakreditas B, lalu tahun 2017 dari Akred B menjadi ke A, Kerjasama join dgreee, summer cost, internasionaliasi unsri  untuk mencapai world class, dan peningkatan sarana prasarana dgn menggunakan multimedia di semua fakultas walaupun baru 30% namun sdh dilakukan bertahap sejak 2016 sd 2019 yang menggunakan band width wifi campus sbg syarat utk internasionalisasi kampus dgn infrastruktur baru sdh selesai dilakukan. Dan yang paling penting ada 4 selogan Ustaz Anis yaitu: kompetitif  inovatif, relevan dan global.

]]>
Mon, 24 Jun 2019 19:10:00 +0700
SMP Negeri 9 Tetap Terapkan Aturan Sekolah Gratis PALEMBANG http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/smp-negeri-9-tetap-terapkan-aturan-sekolah-gratis.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Kepala SMPN 9 Hj Hastia SPd MSi  tahun ini melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Intruksi Pemkot Palembang dengan tidak menerapkan uang komite,  sumbangan termasuk seragam sekolah. Sehingga siswa yang masuk di SMPN 9 benar-benar gratis.

Hal tersebut diungkapkan Hj Hastia SPd MSi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019). Hastia mengatakan,  siswa yang diterima dalam PPDB tahun ini berjumlah 352 siswa,  terdiri dari 11 rombel dimana satu rombel berjumlah 32 siswa.

"Semua siswa yang diterima dalam PPDB sudah melakukan verifikasi setelah pengumuman. Jadi tidak ada biaya daftar ulang.  Mereka mengisi bidodata,  termasuk kesediaan mematuhi tata tertib sekolah," ujarnya.

Dia menjelaskan,  sejak ada Permendiknas melarang segala macam bentuk sumbangan baik yang dikumpulkan komite,  maka pihaknya tidak mengambil uang sumbangan apapun dari orang tua siswa. "Dalam Permendikbud dijelaskan,  kalau sumbangan kepada orang tua itu terindikasi pungli.  Dan Ibu Wakil Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan sudah melalukan sosialisasi itu,  jadi kita patuhi aturan, "  tegasnya.

"Termasuk pakaian seragam jas, dan  batik itu tidak dibolehkan.  Dipastikan tidak ada lagi. Sesuai intruksi tidak boleh lagi baju batik,  jas. Jadi itu juga kita hapuskan.  Seragam putih biru orang tua siswa bisa membeli di luar sekolah,  kalau untuk seragam olahraga bisa beli dikoperasi, " katanya.

Bahkan,  lanjut Hastia,  karena menerapkan sekolah gratis,  pihaknya mengurangi ekstrakulikuler, dan menghapuskan pelajaran tambahan. 

"Kita benar-benar ikuti Peraturan Menteri Pendidikan dan intruksi Walikota. Sekolah dalam hal ini komite sekolah tidak boleh ada menerima sumbangan apapun dari orang tua siswa," pungkasnya. 

]]>
Mon, 24 Jun 2019 18:10:00 +0700
Tekan Karhutlah, Dodi Reza Gratiskan Alat Buka Lahan untuk Petani Muba Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/tekan-karhutlah-dodi-reza-gratiskan-alat-buka-lahan-untuk-petani-muba.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA- Diawali dengan parade defile peserta Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 dari 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan, opening ceremony Peda KTNA di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berjalan semarak dan meriah, Senin (24/6/2019). 

Ribuan peserta Peda KTNA ke-13 tampak khidmat dan antusias mengikuti jalannya rangkaian Peda KTNA yang kali ini dipusatkan di bumi Serasan Sekate dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.  Tampak hadir pejabat pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Pertanian RI yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Fadjry Djufry MSi. Di tingkat Provinsi, turut hadir Gubernur Sumsel Herman Deru. Selain itu, turut hadir pula Kepala Daerah dan Ketua DPRD serta perwakilan pejabat Kabupaten/Kota di Sumsel diantaranya Bupati Mura Hendra Gunawan, Bupati Muratara H M Syarif Hidayat, Bupati Lahat Cik Ujang, Wakil Walikota Lubuk Linggau Sulaiman Kohar, Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentoso, dan Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan. 

Dalam kesempatan opening Peda KTNA ke-13 di Muba tersebut, Bupati Muba Dodi Reza secara resmi melaunching program menggratiskan alat untuk membuka lahan tanpa bakar kepada petani di Kabupaten Muba. 

"Sebentar lagi kita akan dihadapkan pada musim kemarau, jadi ke depan tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar dengan program bantuan alat buka lahan tanpa bakar ini di Muba akan meminimalisir terjadinya karhutlah (kebakaran hutan dan lahan)," ucap Bupati Muba Dodi Reza di sela pembukaan Peda KTNA ke-13. 

Dikatakan, bantuan alat buka lahan tanpa bakar ini bersumber dari anggaran dana desa. "Jadi, semua Kepala Desa diwajibkan untuk menggangarkan dana desa yang dialokasikan untuk pembelian alat buka lahan tanpa bakar," ungkapnya. 

Lanjutnya, adapun alat buka lahan tanpa bakar yang diberikan yakni diantaranya Mis Blower/spayer, KCP Solo/Spayer, Scincawi, mesin rumput, racun tunggul garlon. "Bertahap, petani-petani di pedesaan Muba akan mendapatkannya dan hari ini secara simbolis kami serahkan ke petani di desa Mangun Jaya," ujar Dodi. 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Fadjry Djufry MSi mengapresiasi pelaksanaan Peda KTNA ke-13 tingkat Provinsi Sumsel yang diselenggarakan di Kabupaten Musi Banyuasin. 

"Kami apresiasi juga upaya pak Bupati Dodi Reza dalam meminimalisir karhutlah serta mengedukasi petani di daerah pelosok dengan memberikan alat buka lahan tanpa bakar secara gratis kepada petani," terangnya. 

Ia menambahkan, Sumatera Selatan khususnya di Muba sudah memiliki branding komoditi pertanian yang sangat baik serta perhatian dan konsisten Bupati Muba Dodi Reza dalam mensejahterakan petani sudah tidak diragukan lagi. 

Terlebih, inovasi dan terobosan program-program Bupati Muba yang sangat pro kepada petani, misalnya saja program peremajaan lahan sawit untuk petani mandiri, inovasi campuran aspal karet yang menyerap puluhan ton karet milik petani, pemberdayaan petani gambir dengan inovasi kain Gambo Muba yang sudah go Internasional, dan yang terbaru inovasi bio diesel pengelolaan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar. 

"Atas inovasi dan program pro petani ini kami Kementerian Pertanian RI merasa sudah sangat pantas memberikan pak Bupati Dodi Reza Anugerah Lencana Adi Bakti Tani Nelayan Madya," tegasnya. 

Senada dikatakan Gubernur Sumsel, Herman Deru. Ia mengatakan, pelaksanaan Peda KTNA Tingkat Provinsi ke-13 sudah sangat pantas dilaksanakan di Muba, selanjutnya Sebagai Tuan Rumah Kabupaten Muara enim dan jadikan Muba Sebagai Contoh yang  sukses sebagai tuan rumah ke 13 ini tutur Deru.

"Ini akan menjadi kebanggaan Sumsel, pelaksanaan KTNA di Muba ini sangat meriah dan menjadi ajang silaturahmi serta diskusi bagi petani se-Sumsel," jelasnya. 

Ketua KTNA Pusat Ir Winarno Tohir mengatakan, sebagai lembaga sosial tempat berkumpulnya kontak tani nelayan andalan, KTNA dapat melakukan komunikasi, bertukar arus informasi tentang kemajuan bidang pertanian arti luas khususnya dalam transfer tehnologi. 

"Sementara di ajang Peda maupun Penas,  KTNA justru memperoleh kesempatan melakukan kontak bisnis dan menimba pengalaman antar daerah dalam mengembangkan komoditas sesuai potensi yang ada di daerah masing-masing," ulasnya. 

Ditambahkan, pembangunan pertanian memerlukan masukan  dan peran serta nelayan sekaligus dapat mendrong kelangsungan fungsi dan peranan kelembagaan musyawarah petani nelayan. 

"Kelompok KTNA mempunyai fungsi sebagai wadah musyawarah petani nelayan bermitra dengan pemeritah dalam pembangunan pertanian. Media  KTNA dapat menjadi wahana antara petani nelayan dengan pemerintah untuk menyepakati berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan  pertanian," tuturnya. 

Ketua KTNA Sumsel, H M Basyir menyebutkan, media KTNA juga  membawakan aspirasi petani nelayan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dan memberikan saran dalam peningkatan pembangunan pertanian. 

"Disamping itu juga untuk menyelaraskan pelaksanaan program pemerintah dengan kegiatan petani nelayan melalui hubungan kerja kemitraan antara pemerintah dan petani nelayan. Tujuan lainnya mewujudkan kerjasama yang serasi dan seimbang dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan pertanian  dan menumbuhkembangkan demokrasi dalam pelaksanaan pembangunan pertanian," pungkasnya.

]]>
Mon, 24 Jun 2019 17:55:00 +0700
Jayak Tawarkan Enam Program Desa Sungai Baung PALI http://www.lenterapendidikan.com/berita/pali/view/jayak-tawarkan-enam-program-desa-sungai-baung.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALI-Beberapa desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tengah mempersiapkan pemilihan kepala desa periode 2019-2025 yang akan datang. Salah satunya desa Sungai Baung yang terletak di kecamatan talang ubi. Desa yang terdiri dari 5 dusun/kampung dan berpenduduk hampir 4000 jiwa ini akan memilih kepala desa masa bhakti 2019-2025.

Sedikitnya 7 kandidat yang akan maju dalam pilkades desa Sungai Baung tersebut, calon kandidat yang sudah mendaftar ke panpel tersebut masing-masing Rusman Jaya,Andi,Ferry,Deviansyah,Didit,Shinta dan Jaman. Calon kades Rusman Jaya (47 thun), ketika ditemui wartawan mengatakan dirinya siap untuk mengemban tugas yang diamanatkan masyarakat untuk memimpin desa Sungai Baung ke depan agar lebih maju.

"Kita sudah siapkan program untuk lima tahun ke depan, diantaranya adalah mengupayakan jalan-jalan menuju perkebunan masyarakat, program ternak sapi setiap tahun, pembuatan infrastruktur desa lainnya berupa drainase/parit desa, Irigasi, membangun komunikasi dengan masyarakat setiap bulan dan membudayakan kesenian daerah yang ada di desa, dengan menambah peralatan kesenian yang diperlukan, yakni kesenian Reog khas jawa," ungkapnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut dikatakan Rusman Jaya yang akrab disapa Jayak ini, bahwa jika ia terpilih nanti akan mengupayakan pemekaran desa agar program pembangunan perdesaan dapat lebih cepat tercapai.

]]>
Mon, 24 Jun 2019 16:15:00 +0700
Bupati Resmikan Kecamatan Empat Petulai Dangku Muara Enim http://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/bupati-resmikan-kecamatan-empat-petulai-dangku.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARAENIM-Bupati Muaraenim Ir H Ahmad Yani MM, menghadiri Syukuran dan Halal Bihalal serta Resmikan Kecamatan Empat Petulai Dangku di Desa Dangku, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muaraenim, Senin (24/6/2019).

Turut Hadir pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim H Tjek Melan SE MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs M Teguh Jaya MM, Ketua TP- PKK Kabupaten Muaraenim Ir Hj Sumarni Ahmad Yani MSi, Para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan tamu undangan.

"Alhamdulillah hari ini, kita telah meresmikan Kecamatan Baru yaitu Kecamatan Empat Petulai Dangku yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Rambang Dangku," ujar Yani.

Dikatakan Yani, Pemekaran Kecamatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat dengan memperpendek jarak tempuh, cepat, mudah, dan yang pastinya proses pelaksanaan pembangunan di Wilayah Kecamatan Empat Petulai Dangku bisa lebih cepat.

Pembentukan ini, lanjut Yani, tidak mudah dan tidak terjadi begitu saja, karena banyak proses-proses yang harus di lalui. Untuk itu, kepada semua pihak-pihak yang ikut serta berpartisipasi dalam pembentukan ini, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih. Dan mudah-mudahan dengan terbentuknya Kecamatan Empat Petulai Dangku ini akan mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk masyarakat.

]]>
Mon, 24 Jun 2019 13:05:00 +0700
OKP Tolak Politisasi Kasus 5 Komisioner KPU Palembang PALEMBANG http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/okp-tolak-politisasi-kasus-5-komisioner-kpu-palembang.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Gabungan  aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terdiri dari , PMII Sumsel, KMHDI Sumsel, IMM Sumsel, IPNU Sumsel, GMNI Sumsel menggelar aksi  damai dalam mengawal proses terkait penetapan 5 tersangka  komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang di Kantoe Bawaslu,  Senen (24/6/2019). Bahkan,  OKP mendesak transparansi proses hukum penanganan kasus tersebut. 

Ketua PMII Sumatera Selatan Husin Rianda mengatakan,  pihaknya mendukung 5 komisioner KPU Kota Palembang sebagai Pejuang demokrasi dan mendesak transparansi proses hukum dalam penanganan kasus yang terjadi.

"Kami meminta keadilan dalam proses demokrasi penyelenggaraan pemilu,  menolak politisi terhadap status tersangka dan menolak politisi permasalahan terhadap lima komisioner KPU Kota Palembang," ujarnya.

"Kami minta transparansi prosedur hukum dalam penanganan kasus, mendukung 5 komisioner sebagai pejuang dan menuntut keadilan demokrasi dalam penyelenggaraan pemilu, menolak politisi permasalahan terhadap 5 komisioner dan status tersangka," bebernya

Dia menambahkan, KPU Kota Palembang adalah pejuang bukan pecundang. "Kami berdiri untuk menuntut keadilan," ucapnya.

Menanggapi aksi OKP Sumsel, Ketua Bawaslu Kota Palembang, M Taufik sangat mengapresiasi dan mengajak bersama-sama mengawal proses penanganan hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan sekarang ini terkait permasalahan tersebut

"Setiap aksi ada pro dan kontra, kami Bawaslu Kota Palembang berupaya menjalankan tugas dan kewenangan dalam pengawalan untuk mencegah tindakan pelanggaran agar sesuai prosedur dan aturan perundang-undangan," jelasnya

Taufik mengajak para masyarakat dan OKP untuk bersama-sama mengawal proses yang sedang berjalan saat ini. Dia menghimbau agar jangan membangun opini yang coba memecah belah penyelenggara pemilu ataupun sampai mencoba mengadu domba

"Kita tidak ada unsur politisi, karena kita murni menjaga hak pilih warga yang kehilangan hak pilih pada 17 April 2019," pungkasnya. 

]]>
Mon, 24 Jun 2019 12:00:00 +0700
Polsek Tanjung Agung Amankan Belasan Pelaku Pungli Hukum & Kriminal http://www.lenterapendidikan.com/berita/hukum/view/polsek-tanjung-agung-amankan-belasan-pelaku-pungli.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARAENIM-Modus menguraikan kemacetan, belasan oknum warga diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli). Akibatnya Polsek Tanjung Agung, Polres Muaraenim, terpaksa mengamankan belasan oknum warga yang diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) diamankan di Mapolres Muaraenim, Senin (24/6/2019).

Kejadian itu pada Minggu malam (23/6/2019), petugas mendapat informasi jika banyak oknum warga yang memanfaatkan kemacetan lalulintas untuk melakukan pemalakan dan pungutan liar. Dari informasi tersebut, Kapolsek Tanjung Agung AKP Arif Mansyur dan diback up anggota Polres Muaraenim dibawah pimpinan Ipda Yeri Gunawan, langsung melakukan apel gabungan malam di Mapolsek Tanjung Agung, untuk menindak lanjuti informasi tersebut dan mengatur mengurangi kemacetan di jalan lintas tengah tepatnya di wilayah Kecamatan Panang Enim dan Kecamatan Tanjung Agung, karena kemacetan tersebut sudah terjadi mulai pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2019 sampai dengan 24 Juni 2019.

Penyebab kemacetan karena pengalihan arus untuk mobil truck dan bus yang melintas dari lintas timur diarahkan ke lintas tengah karena rusaknya jembatan Pematang Panggang, Kabuapten Mesuji, Provinsi Lampung, yang mengakibatkan penambahan volume kendaraan dijalur lintas tengah dan akibat dari penumpukan tersebut banyak mobil yang mengalami slip karena jalan yang berada di jalur lintas tengah terutama di Kecamatan Panang Enim, terlalu sempit dan banyaknya tikungan tajam. Akibat dari kemacetan tersebut diduga timbulnya kegiatan Pungli yang dilakukan oleh oknum masyarakat yaitu diantaranya Desa Pandan Enim, Desa Lebak Budi, Desa Lambur, Desa Suka Raja, Pandan Dulang, dan Desa Simpang Meo. Adapun modus yang dilakukan oleh masyarakat tersebut dalam melakukan Pungli adalah dengan cara mengatur kendaraan yang melewati jalan yang ada di desa tersebut dengan maksud untuk mengurai kemacetan dan pada saat kendaraan akan melewati titik tersebut masyarakat yang melakukan pengaturan meminta jasa kepada pengemudi dengan mengumpulkan sejumlah uang didalam kardus ataupun diambil secara langsung dari sopir.

Jumlah uang jasa yang diterima oleh masyarakat bervariasi mulai dari Rp 2 ribu sampai dengan Rp 5 ribu. Hal tersebut dilakukan oleh masyarakat terhadap sopir dengan tanpa paksaan dan diduga kuat sebagian oknum masyarakat tersebut melakukan pemerasan kepada sopir kendaraan baik kendaraan Truck, Bis AKAP maupun kendaraan pribadi yang melintas.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Arif Mansyur, pihaknya hanya menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya Pungli tersebut, pihaknya langsung mengamankan pelaku pungli yang tersebar dalam beberapa titik antara Desa Lambur, dan Desa Muara Meo, dan Kecamatan Panang Enim. Kendaraan yang melintasi jalur lintas tengah didominasi oleh kendaraan yang berdimensi besar seperti truck fuso, trailer, bis AKAP sehingga menyebabkan kemacetan diruas jalan menikung karena pada saat melintasi jalan tersebut kendaraan tidak bisa melintas secara bersamaan. Ketika macet ada masyarakat yang memanfaatkannya dengan meminta uang jasa baik secara sukarela maupun memaksa. Diperkirakan biaya untuk uang jasa yang dikeluarkan oleh sopir mulai dari Desa Simpang Meo sampai dengan Desa Lambur tidak lebih dari Rp 50 ribu rupiah.

Saat ini, kata AKP Mansyur pihaknya telah berkoordinasi dengan Sat Lantas Polres OKU dan Dishub Kabupaten OKU untuk melakukan pembatasan jam melintas untuk kendaraan yang akan melewati jalur Lintas Tengah Sumatera dikarenakan badan jalan yang sempit dan beberapa titik mengalami kerusakan sehingga akan menyebabkan kemacetan Panjang

" Saat ini pelaku pungli diamankan di Polsek Tanjung Agung dan dilimpahkan ke Polres Muaraenim. Kegiatan penanggulangan kemacetan dan Pemberantasan Premanisme selesai sekitar Pukul 02.30," pungkasnya.

]]>
Mon, 24 Jun 2019 10:15:00 +0700
Dodi Reza Alex :KTNA di Muba Harus Jadi Event yang Memorable dan Meriah Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/dodi-reza-alex-ktna-di-muba-harus-jadi-event-yang-memorable-dan-meriah.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Suasana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melakukan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke 13 dipusatkan di  bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah, Bupati Muba Keliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko posko kesiapan untuk mempermudah akses layanan dan kebutuhan para peserta KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota Se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota seperti Siti Badriah dan Cita-Citata. Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para peserta yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan asli permainan Indonesia seperti Engrang patok lele dan lainya dan saat acara Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas daerah yang akan menghibur kita semua.

"Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah," ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota. 

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap.

"Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta," ucapnya. 

Dodi Reza Alex  menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya acara KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi peserta KTNA dari peserta Kabupaten/Kota di Sumsel. 

"Pelayanan prima kepada  peserta menjadi prioritas, kita bersama agar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan  se-Sumsel," Mari Kita Sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar informasi dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua tutupnya .

]]>
Mon, 24 Jun 2019 09:05:00 +0700
Syaiful Fadli: Saatnya Memaksimalkan Potensi Generasi Milenial PALEMBANG http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/syaiful-fadli-saatnya-memaksimalkan-potensi-generasi-milenial.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Para generasi milenial harus dapat di maksimalkan untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata, yang dimiliki Provinsi Sumatera Selatan. Sehingga destinasi wisata yang dimiliki Sumsel, dapat menjadi sektor pendapatan yang menghasilkan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, Syaiful Fadli kepada wartawan, minggu (23/6/2019). Menurut Syaiful, Komisi V beberapa hari yang lalu melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata RI di Jakarta dan Dinas Kebudayaan dan pariwisata Provinsi Jawa Barat, dalam rangka Konsutasi tentang Pengembangan Pemasaran Pariwisata.

“Dari pertemuan dengan kementrian Pariwisata RI, Sumsel mendapat dua even nasional untuk di lestarikan yakni Event Festival Sriwijaya dan Wisata Ziarah Qubro. Dan yang terpenting yakni memaksimalkan potensi generasi milenial untuk bisa mengembangkan potensi-potensi tersebut,” jelas Syaiful.

Sebab, kata Syaiful, jumlah generasi milenial saat ini mencapai 79 Juta orang lebih. Jika mereka di kader dan potensinya diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata maka akan menghasilkan dampak yang besar bagi pengembangan sektor bisnis kepariwisataan.

“Pemerintah Provinsi Harus jeli melihat Potensi Miliniael  ini, baik sebagai objek wisata maupun Penggiat wisata. Sehingga Pendapatan daerah untuk sektor kebudayaan dan Pariwisata dapat menjadi andalan,” kata dia.

Belajar dari Provinsi Jawa Barat, tambah Syaiful, Dinas Kebudayaan dan pariwisata melibatkan semua sektor masyarakat terutama para pemudanya. Dan jika seluruh steakholder terutama para pemuda duduk bersama membentuk khusus kepariwisataan, maka akan terbangun konsep yang signifikan.

“Sumatera Selatan Terutama Palembang memiliki potensi destinasi wisata yang laik dikunjungi. Seperti bukit Siguntang, kampung arab almunawar, kampong kapitan, dan masih banyak lagi yang lainnya,” pungkas Syaiful. 

]]>
Mon, 24 Jun 2019 06:30:00 +0700
500 Orang Penghafal Alquran Bakal Ramaikan Jambore IV Tahfidz Sumsel PALEMBANG http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/500-orang-penghafal-alquran-bakal-ramaikan-jambore-iv-tahfidz-sumsel.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG- Para penghafal Al-Quran di Rumah Tahfidz se-Sumsel, akan kembali menggelar Jambore Tahfidz Sumsel. Acara ini akan berlangsung 19-21 Juli 2019 di Pondok Pesantren Kiai Marogan Jalan Zen Yunus Talang Betutu Palembang.

Menurut Ustadz Hoiril Amin, SQ, Pembina Rumah Tahfidz Al Husni (Yayasan Kaffah Al-Mundzirin) Palembang dikonfirmasi melalui whatsapp-nya menyebutkan, kali ini Jambore ke-4, setelah sebelumnya sudah digelar di Pagaralam (2013), Bangka (2014), Palembang (2018).

Penggagas dan Pendiri Rumah Tahfidz Sumsel, Ustadz H. Ahmad Fauzan, S.Sos.I mengatakan, konsep Jambore tahun ini lebih mengedepankan pada tadabur alam. Menurut Ustadz yang akrab dipangggil Ustadz Yayan ini, tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran kepedulian para ustadz dan ustadzah terhadap pentingnya pelestarian dan belajar dari alam yang merupakan karunia Allah Swt.

Lebih lanjut, Ustadz Yayan menjelaskan melalui Jambore IV yang mengusung tema “Ustadz dan Ustadzah Ngebolang” juga untuk membuka kesempatan bagi para ustadz dan ustadzah untuk berinteraksi dengan alam--sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

Pembina Yayasan Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang ini juga menambahkan, Jambore ini juga untuk melatih kemandirian dan keberanian mental dan spiritual ustadz dan ustadzah Rumah Tahfidz dengan tinggal di alam terbuka bersama masyarakat.

“Hal yang tidak kalah pentingnya, Jambore ini untuk merekatkan ikatan bathin  sesama  ustadz dan ustadzah Rumah Tahfidz juga memperkuat jaringan kelembagaan antar Rumah Tahfidz di Sumsel,” katanya kepada wartawan, Sabtu (23/06/019).

Terhadap pembentukan mentalitas bagi santri dan pembinanya, menurut Ustadz Yayan, baik santri maupun para pembina diharapkan dapat memiliki kemampuan membangun kemandirian secara tarbawi (pendidikan), iqtishadi (ekonomi) maupun ijtima’i (kemasyarakatan).

“Para pimpinan dan pengelola lembaga Rumah Tahfidz atau pesantren Tahfidz Al-Qur’an, dapat bekerjasama dalam meningkatkan potensi para penghafal Al-Qur’an. Tujuannya, untuk membangun tiga kemandirian tersebut (tarbawi, iqtishadi maupun ijtima’I).

Sementara itu, Iyan Royani, Ketua Panitia menjelaskan Jambore kali ini akan melibatkan santri dan ustadz/dzah dari puluhan Rumah Tahfidz di Sumsel. Target peserta 600 santri ditambah ustadz dan ustadzahnya.

“Peserta Jambore ini akan mengundang ratusan santri dari Rumah Tahfidz se-Sumsel, yang terdiri 50 Rumah Tahfidz. Target pesertanya 600 santri, terdiri dari 500 hafidz qur’an dan 100 guru hafidz atau pendamping,” katanya.

Ditanya tentang agenda kegiatan dalam Jambore, Iyan menjelaskan, ada tiga kegiatan utama, yaitu; Pertama; Olahraga (Outbound dan Perlombaan), kedua; safari dakwah ke warga sekitar dan masjid dan ketiga; training motivasi dan sharing antar Rumah Tahfidz. Menurutnya pihaknya akan mengundang dari berbagai instansi, baik secara pribadi dan lembaga. Diantaranya, Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel, Pangadam II Sriwijaya, Walikota, MUI Sumsel, PW NU Sumsel,  Kemenag Sumsel,  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, dan sejumlah tokoh lainnya di Sumsel. (Rilis)

]]>
Mon, 24 Jun 2019 05:10:00 +0700
Cek Sekterariat KTNA, Apriyadi Pastikan Homestay Peserta Nyaman Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/cek-sekterariat-ktna-apriyadi-pastikan-homestay-peserta-nyaman.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA- Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Senin 24 Juni 2019 resmi dimulai. 

Persiapan yang sudah matang terus dipantau panitia penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, tidak hanya sarana dan prasarana peserta, Pemkab Muba sangat memperhatikan betul fasilitas yang diberikan kepada peserta KTNA yang berasal dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.  Dalam kesempatan mengecek langsung Sekretariat KTNA, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi memastikan fasilitas tempat tinggal atau homestay peserta akan nyaman. 

"Homestay yang nyaman sudah disiapkan, Insya Allah peserta KTNA akan senang menempatinya selama pelaksanaan KTNA berlangsung di bumi Serasan Sekate ini," ungkap Apriyadi, Minggu (23/6/2019).  

Dikatakan, untuk menampung seluruh peserta yang diperkirakan mencapai 2.723 orang dari 16 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumsel, panitia menyiapkan sebanyak 207 rumah penduduk yang representatif sesuai syarat yang telah ditetapkan panitia. 

"Homestay ini tersebar dalam Kecamatan Sekayu dibagi dalam empat kelurahan yakni di Kelurahan Balai Agung, Soak Baru, Serasan Jaya dan Kelurahan Kayuara," bebernya.

Sementara itu, pantauan di lokasi hingga pukul 17.30 WIB tampak peserta KTNA dari beberapa Kabupaten/kota mulai berdatangan. Diantaranya, dari kota Palembang tercatat ada 30 peserta yang mulai menempati homestay, Pagaralam baru 7 orang yang sudah tiba, Kabupaten OKU baru 4 orang, Kota Prabumulih 70 orang, Kabupaten OKI 50 orang, Kabupaten PALI 102 orang. Dipastikan seluruh peserta baru akan berkumpul sepenuhnya pada malam hari karena masih proses perjalanan dari daerah masing-masing.

]]>
Mon, 24 Jun 2019 04:00:00 +0700
Muaraenim Dapatkan 20 Besar BGS 2019 Muara Enim http://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/muaraenim-dapatkan-20-besar-bgs-2019.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARAENIM-Panitia pemilihan Bujang Gadis Serasan (BGS) 2019 mengumumkan hasil 20 besar yang lolos pada seleksi tertulis Bujang dan Gadis Serasan 2019. Adapun rinciannya 20 orang bujang dan 20 orang gadis yang akan bertarung di festival BGS 2019 menuju Grand Final pada 29 Juni 2019 mendatang.

Adapun nama-nama yang lolos ke 20 besar sebagai berikut untuk Gadis Serasan 2019 adalah Febby Cantika, Adellya Oktavia Putri, Anisa Maharani, Intan Pratiwi, Mutiara Dewi, Leza Aprilia, Razita Nur Sabrina, Vera Tri Julianti, Dinda Setya Pramita, Febrya Eka Dewanty, Cindy Oktari Fazrin, Agnes Monica, Soraya Kinanti, Sarah Nabila Putri, Qoswatun Khoiria Zerli, Nurindry Erika Mutmaina, Riska Ayu Wandera, Melati Oktari, Safanah Jannati, dan Farenza Arabell.

Sedangkan Bujang Serasan 2019 yaitu Muhammad Toby Adha, Amroni Risky Ramadan, M Iqbal Hilal Hamdi, Reyfasha Akhcel Marcelino, Didi Jhondiani, Adurrahman Badri, lrfan Surya Albariq, Farisman, Azwir AL Kapi Dheazki Putra, Dheo Rangga Pradifta Mursalin, M Tegar Yadi, Kemas Ahmad Nofaleon Firdaus, Kemas Muhammad Akmal, Muhammad Shandika Alfarico, M Aldo Teja Pratama, Fedoar Henzen Fathonah, M Hirzi Hadyanto, Theo Ariansyah, Israman Wahyu Pratama, dan Gilang Akbar hidayat.

"Ada 40 peserta yang terdiri dari 20 orang bujang dan 20 orang gadis serasan yang akan masuk karantina mulai 26 - 30 Juni mendatang di hotel Griya Sintesa, dan berhak menuju grand final di hotel Grand Zuri 29 Juni 2019 mendatang," ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Isdrin ST melalui Kepala Seksi Strategi Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Elly Martini, Minggu (23/6/2019)

Dikatakan Elly, para peserta pada saat karantina akan diberi materi untuk persiapan final dengan narasumber dari BNN, Kejaksaan Negeri, Sat Lantas, Dinas Parawisata propinsi Sumatera Selatan, tokoh budaya Muaraenim, Dispariwisata Muaraenim dan Dispora Muaraenim. Para peserta akan diberi materi oleh para pemateri yang didatangkan dari berbagai pihak terkait. Materi Karantina untuk malam final meliputi Pengetahuan umum, wawasan wisata, etika, public speaking, untuk bakat, beauty and handsome class.

]]>
Sun, 23 Jun 2019 18:05:00 +0700
Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Muaraenim Banjir Peminat Muara Enim http://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/lelang-jabatan-pimpinan-tinggi-pratama-di-muaraenim-banjir-peminat.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARAENIM-Lelang Lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten Muaraenim, ternyata disambut antusias. Terbukti, sampai akhir pendaftaran ada 25 Aparatur Sipil Negara (ANS) yang memenuhi syarat dan berminat untuk menduduki jabatan tersebut.

"Hingga batas akhir pendaftaran ada 25 orang sesuai persyaratan yang masuk ke panitian pendaftaran BKPSDM Muaraenim," kata Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muaraenim Harson Sunardi, Minggu (23/6/2019).

Menurut Harson, ada lima jabatan yang dilelang tersebut yakni Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Untuk pendaftar yang memasukkan berkas dan memenuhi syarat yakni ada 25 orang yang berasal dari dalam dan luar lingkungan Pemkab Muaraenim.

Adapun nama-nama pendaftarnya, lanjut Harson, untuk jabatan Kepala Badan Dan Pengembangan SDM adalah Lukmanul Hakim SIP, Harson Sunardi SAP, Erlandi SIP MM dan Aidi ST MT. Kemudian untuk jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu Drs Risman Efendi MSi, Eko Sulistiawan AP MSi, Afriana SE, H Budiwarman SIP MSi, Drs Rachmad Noviar MSi, Hj Dewi Sri Rahayu SSos MSi, Trisni Syahtianah SH dan Wahidin SIP MSi. Untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yakni Irawan Supmidi SPd MM, H Zaibin SPd MPd, Jabarti SPd dan Riyadi SPd MSi.

Sedangkan untuk jabatan Kepala Dinas Sosial yaitu Drs Bhakti MSi, Hj Elly Yuliar ST, Arlan Depil SSos MSi dan Sahlan SH MSi. Dan untuk jabatan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu adalah H Haryadi Muliawan ST MT, Suhermansyah ST MEng, Edward Rizal SSos, Amaludin SH dan H Shofyan Arifanca SKom MSi.

Maaih dikatakan Harson, lelang jabatan ini sesuai surat Pantia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kabupaten Muaraenim Nomor : 821.2/01/PANSEL-JPTME/2019 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan instansi Pemerintah, diumumkan kepada Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten/Kota dI Sumatera Selatan yang memenuhi syarat untuk mendaflarkan diri pada seleksi terbuka untuk Jabatan.

"Kalau yang mengambil formulir banyak, tetapi yang mengembalikan dan sesuai persyaratan ada 25 orang. Untuk persyaratannya, pendaftaran dan seleksi bisa dilihat dipapan pengumuman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muaraenim atau bisa juga melalui website: www.bkd.muaraenimkab.go.id dan www. muaraenimkab.go.id.

Seperti diberitakan sebelumnya dalam rangka pengisian lima Jabatan Pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaraenim, Pantia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kabupaten Muaraenim.

]]>
Sun, 23 Jun 2019 16:10:00 +0700
Siagakan Posko Kesehatan dan Tenaga Medis 24 Jam Musi Banyuasin http://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/siagakan-posko-kesehatan-dan-tenaga-medis-24-jam.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi dimulai Senin (24/6/2019) hingga 28 Juni 2019. Persiapan pun 100 persen sudah siap dan akan semakismal mungkin menjadi tuan rumah yang baik bagi peserta dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Tidak hanya sarana dan prasarana yang menjadi komponen penting panitia pelaksana Peda KTNA di Muba yang bertindak menjadi tuan rumah, pihak panitia pun juga mengedepankan aspek kesehatan peserta saat pelaksanaan Peda KTNA berlangsung. "Dalam hal ini Dinkes Muba menyiapkan Public Safety Center atau PSC 119 selama 24 jam dengan menyediakan posko kesehatan dan tenaga medis selama 24 jam," ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah.

Dikatakan Azmi, PSC 119 akan melayani gawat darurat dengan sistem jempul bola atau dengan menghubungi kontak tim PSC di 08123000119. "Seluruh peserta KTNA yang membutuhkan layanan kesehatan dan kebutuhan ambulance untuk rujukan akan dilayani semaksimal mungkin, caranya dengan menguhubungi nomor tersebut lalu memberikan alamat peserta dan tim PSC akan segera datang ke lokasi," terangnya.

Selain itu, Dinkes Muba juga menyediakan posko kesehatan di dua lokasi selama jalannya pelaksanaan Peda KTNA yakni di wisma atlet dan lapangan gelanggang remaja Sekayu di pusat pelaksanaan Peda KTNA, kemudia posko kesehatan lainnya di Mangun Jaya dan di taman Agro Inovasi.

"Untuk armada ambulance disiapkan sebanyak 7 unit dan ada sebanyak 24 orang tenaga medis yang dikomandoi dr Swesty untuk selama 24 jam bergantian stand by melayani kesehatan peserta Peda KTNA di Muba," tukasnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan kesehatan peserta Peda KTNA dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel yang akan menginap di Muba selama lima hari ke depan akan menjadi komponen penting untuk diperhatikan. "Oleh sebab itu, Pemkab Muba melalui Dinkes Muba telah menyiapkan dan siagakan posko kesehatan serta tenaga medis," tegasnya.

Lanjut Dodi, Muba yang bertindak sebagai tuan rumah akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan semaksimal mungkin melayani peserta Peda KTNA. "Insya Allah perhelatan Peda KTNA tingkat Provinsi ini akan berjalan lancar di Muba dan semua peserta bisa mengikuti rangkaian pelaksanaan dengan baik," pungkasnya.

]]>
Sun, 23 Jun 2019 16:10:00 +0700
Komunitas AYOKE MUARAENIM, Kenalkan Potensi Wisata Di Muaraenim Muara Enim http://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/komunitas-ayoke-muaraenim-kenalkan-potensi-wisata-di-muaraenim.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARAENIM-Untuk lebih mengenalkan dan mempromosikan potensi, keindahan dan kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Muaraenim, para pemuda Kabupaten Muaraenim membentuk komunitas penjelajah potensi wisata dengan nama AYOKE MUARENIM.

"Alhamdulilah Komunitas Ayoke Muaranim saat ini telah memiliki anggota sekitar 60an orang. Kita sudah  launching di Kawasan Air Terjun Curup Kelui Desa Lubuk Nipis, Kecamatan persiapan Panang Enim, Muaraenim," ujar Ketua Komunitas AYOKE MUARAENIM Niko, Minggu (23/6/2019).

Menurut Niko, didirikannya komunitas ini untuk membantu pemerintah dalam melakukan promosi kawasan wisata yang ada di Kabupaten Muaraenim. Sebab banyak sekali potensi wisata yang ada di Kabupaten Muaraenim yang belum atau kurang terekspos dan dikenal masyarakat umum, padahal jika dieksplore lagi hal ini tentu memiliki nilai positif bagi Kabupaten Muaraenim. Berangkat dari keprihatinan tersebut, puluhan pemuda Kabupaten Muaraenim membentuk komunitas penjelajah potensi wisata dengan nama AYOKE MUARAENIM.

"Kalau menyebut Muaraenim orang  tahu dengan Air Terjun Bedegung, padahal masih banyak potensi wisata lain namun memang belum begitu dikenal. Untuk itu, kita membantu mempromosikan potensi wisata ini melalui komunitas AYOKE MUARAENIM," ujarnya.

Komunitas AYOKE MUARAENIM, lanjut Niko melakukan promosi dengan cara mengeksplorasi kemudian menyebarkan informasi melalui media sosial, media massa dan jejaring anggota komunitas. Tidak hanya potensi wisata alam, komunitas ini juga akan mengeksplorasi potensi wisata budaya kabupaten Muaraenim. Fokus kita bukan hanya komunitas penjelajah tapi juga komunitas sosial. Untuk menampilkan informasi lebih mendalam mengenai potensi wisata di Muaraenim, pihaknya juga tengah menyiapkan website dengan domain ayokemuaraenim.com.

Masih dikatakan Niko, anggota komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang, seperti pengusaha, jurnalis hingga pegiat medsos. Jadi promosinya melalui jejaring anggota. Kita juga akan mempromosikan potensi wisata melalui website komunitas ayokemuaraenim.com. Dengan adanya komunitas ini, pihaknya berharap semua potensi wisata yang ada di Kabupaten Muaraenim dapat terekspos sehingga menjadi daya tarik orang untuk datang dan berkunjung sehingga nama Muaraenim akan dikenal orang banyak  yang imbasnya akan menambah nilai positif bagi perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Muaraenim.

]]>
Sun, 23 Jun 2019 15:15:00 +0700