Lentera Pendidikan.Com https://www.lenterapendidikan.com/ Lentera Pendidikan id 2017 Lentera Pendidikan.Com www.desa-coding.com Fri, 30 Jul 2021 04:57:24 +0000 Muba Persiapan Rekrut CPNS dan PPPK Non Guru Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/muba-persiapan-rekrut-cpns-dan-pppk-non-guru.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba, menggelar Rapat Seleksi Administrasi Pengadaan CPNS dan PPPK Non Guru Pemerintah Kabupaten Muba, Kamis (29/7/2021) bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekate.

Rapat dipimpin oleh Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi. Dalam arahannya pada kesempatan ini Sekda menyampaikan, agar setiap panitia yang terlibat untuk bisa bekerja secara maksimal sesuai dengan tugasnya masing-masing dan mempersiapkan seluruh peralatan dan pastikan semuanya dalam kondisi baik.

"Bekerjalah dengan objektif dan penuh tanggungjawab. Dalam proses pelaksanaannya nanti harus dapat berjalan secara tranparan dan objektif sesuai dengan pedoman dan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemerintah,"ungkapnya.

Apriyadi juga mengingatkan agar para pelamar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan panitia. Untuk itu, terus update informasinya dengan melihat akun resmi pemerintah dan langsung menghubungi panitia yang bersangkutan, agar tidak salah langkah. Selanjutnya, dalam pelaksanaan tes semua panitia yang terlibat secara rutin harus melakukan koordinasi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan pada seleksi penerimaan CPNS dan PPPK Non Guru tahun 2021 ini.

"Terlebih lagi saat ini kita masih dalam kondisi pandemi COVID-19.  Jadi ada banyak standar yang harus kita taati agar tidak menjadi cluster dalam penyebaran COVID-19,"ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Muba Endang Dwi Hastuti SE MSi menyampaikan, ada sebanyak 1.218 pelamar CPNS, 460 pelamar PPPK Non Guru, Sedangkan PPPK Guru sebanyak 2.895 pelamar. Untuk pelaksanaan PPPK Guru dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dari jumlah pelamar CPNS dan PPPK Non Guru terdapat beberapa dari para pelamar yang tidak memenuhi syarat dikarenakan, terdapat kesalahan pada surat lamaran, kesalahan pada surat pernyataan, kesalahan pada ijazah,

pada transkrip nilai, kesalahan pada kualifikasi dan jenjang pendidikan, kesalahan pada KTP dan foto. "Untuk itu, kita ingatkan dalam proses pendaftaran harus dilakukan dengan hati-hati dan lebih teliti karena dalam pengecekan kita lakukan berulang kali, agar tidak ada yang dirugikan,"ulasnya.

Adapun lokasi yang di rencanakan untuk pelaksanaan tes CPNS dan PPPK Non Guru di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Muba. "Tentu dalam pelaksanaannya nanti kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terkait guna mensukseskan segala proses penyeleksian,"pungkasnya.

]]>
Fri, 30 Jul 2021 10:30:00 +0000
Herman Deru Lobi Pemerintah Pusat Minta Tambahan 150 Ribu Vial Vaksin Untuk Sumsel Pemerintahan https://www.lenterapendidikan.com/berita/pemerintahan/view/herman-deru-lobi-pemerintah-pusat-minta-tambahan-150-ribu-vial-vaksin-untuk-sumsel.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, animo masyarakat Sumsel untuk melakukan vaksinasi covid-19 sangat tinggi. Hanya saja, hal itu tidak didukung dengan ketersediaan vaksin yang didistribusikan pemerintah pusat. Hal itu disampaikannya saat melakukan wawancara live bersama salah satu stasiun tv nasional, Kamis (29/7/2021). Menurutnya, saat ini jatah vaksin untuk Sumsel yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 36 ribu vial atau mencapai 360 ribu dosis perbulan.

"Antusias masyarakat untuk vaksin sudah berbalik. Artinya, masyarakat yang tadinya tidak mau vaksin, kini ingin divaksin. Permasalahannya, jumlah vaksin yang kita terima tidak mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi masyarakat tersebut," kata Herman Deru.

Padahal, vaksinator dan tenaga lapangan sampai fasilitas kesehatan di desa-desa telah dipersiapkan dengan matang untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

"Jika distribusi vaksin tersebut 36 ribu vial perbulan, maka target vaksinasi yang dilakukan untuk seluruh masyarakat butuh waktu dua tahun lebih. Bahkan, untuk distribusi vaksin pada minggu ke empat, saat ini belum kita terima," terangnya.

Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah kuota vaksin di Sumsel.

"Kita sudah meminta secara bersurat untuk vaksin di Sumsel sebanyak 150 ribu vial sehingga target vaksinasi bisa selesai pada akhir tahun 2021 ini," paparnya.

Dia juga berharap, pemerintah pusat melakukan pendistribusian vaksin secara proporsional.

"Kita harapkan distribusi vaksin ini dilakukan secara proporsional sehingga upaya untuk penanganan covid-19 di setiap daerah dapat maksimal. Kita ingin memproteksi masyarakat agar mereka tidak waswas," ujarnya.

Diketahui, Sumsel sendiri terus melakukan terobosan dalam penanganan covid-19. Termasuk juga mengaktifkan beberapa tower di wisma atlet Jakabaring Sport City (JSC) dan asrama haji Palembang sebagai tempat isolasi.

Terbaru, Herman Deru juga mendirikan pos pengisian oksigen gratis untuk masyarakat Sumsel.

"Stok oksigen kita cukup berlimpah sehingga kita mendirikan pos pengisian oksigen gratis untuk masyarakat. Selain itu, kita juga memberikan bantuan untuk provinsi lain yang kekurangan pasokan oksigen seperti sebelumnya Jawa Barat, Lampung dan menyusul juga Jawa Timur," tegasnya.

Terobosan itu, lanjutnya, sebagai langkah percepatan penanganan covid-19 sehingga ekonomi masyarakat segera pulih.

"Kita harapkan dengan upaya ini, masalah covid-19 ini cepat teratasi dan ekonomi maupun aktivitas masyarakat segera pulih," pungkasnya.

]]>
Fri, 30 Jul 2021 09:25:00 +0000
PT Meppo Gen Diminta Maksimalkan CSR dan Utamakan Tenaga Kerja Lokal Muara Enim https://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/pt-meppo-gen-diminta-maksimalkan-csr-dan-utamakan-tenaga-kerja-lokal.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) meminta kepada semua perusahaan yang beroperasi di dalam wilayah Kabupaten Muara Enim untuk bersinergi dalam membangun Kabupaten Muara Enim dan mensejahterakan masyarakat.

"Muara Enim sangat kaya SDA dan SDMnya, banyak perusahaan berinvestasi, namun kenyataannya tidak linear dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebab seharusnya dengan yang dimiliki Muara Enim masyarakatnya bisa sejahtera," tegas HNU pada saat Kunungan Kerjanya di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 110 MW milik PT Meppo Gen di Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang, Kamis (29/7/2021).

Dalam kunjungan kerja tersebut, HNU didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan H Riswandar SH MH serta beberapa Kepala Perangkat Daerah teknis terkait, dan diterima oleh  oleh Plant Manager DEI-ATA Joint Operation Meppo Gen PLTGU Gunung Megang Densi Adiarta,  Budi Setiawan Supervisor HSE, dan pejabat terkait lainnya.

Menurut HNU, tujuan road show ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Muara Enim agenda terpentingnya adalah untuk bersilaturahmi dan saling bertukar pikiran serta diskusi antara sektor usaha dan pemerintah sehingga akan terjalinnya sinergisitas untuk bersama-sama membangun Kabupaten Muara Enim dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Jadi ini bukan sekedar kegiatan seremonial, karena intinya adalah saya mengharapkan terjalinnya sinergitas,” tuturnya.

Sama seperti kunjungan lainnya, lanjut HNU, bahwa dirinya selalu mengajak seluruh perusahaan  terus memaksimalkan program Corporate Social Responbility (CSR) Zonasi kepada masyarakat minimal yang berada di sekeliling perusahaan sehingga mereka merasa memiliki dan akan menjaga perusahaan tersebut karena mereka peduli dengan masyarakat.

Selain itu, juga meminta perusahaan-perusahaan tetap mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal, bahkan meningkatkan SDM tenaga kerja lokal seperti memberikan beasiswa anak-anak yang berprestasi di sekitar perusahaan dan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja lokal sehingga skillnya meningkat.

“Kenapa CSR Zonasi, karena sudah sewajarnya, malah  bisa dikatakan kewajiban bagi perusahaan untuk mensejahterakan masyarakat di sekitaran Perusahaan tersebut terutama dalam Community Development (Pengembangan masyarakat) melalui program CSR,” tegas HNU.

Untuk itu, HNU ia meminta sektor usaha senantiasa meringankan sedikit beban Pemkab Muara Enim dalam rangka mensejahterakaan masyarakat melalui CSR dari Perusahan yang berusaha di Wilayah Kabupaten Muara Enim. Karena jika hanya mengandalkan APBD tentu tidak mampu untuk menuntaskan suluruh permasalahan yang ada di Kabupaten Muara Enim. Seperti masalah stunting dan hidup yang layak, pihaknya perusahaan bisa membantu melalui program bedah rumah, pembuatan jamban, sampai pemberian susu ke masyarakat. Sebab Pemkab Muara Enim, setiap tahunnya terus melakukan bedah rumah, pembuatan jamban dan sebagainya, namun karena rumah yang layak dibedah sangat banyak sehingga harus bertahap. Untuk itulah, diperlukannya kerjasama dari semua pihak untuk menuntaskannya.

"Saya setiap datang ke perusahaan tidak pernah mengatakan untung. Namun anehnya masih tetap bertahan dan beroperasi. Jadi  berikanlah sedikit penghasilan dari usaha tersebut kepada masyarakat. Hargailah kearifan lokal,” ingatnya lagi.

Sementara itu Densi Adiarta Plant Manager PLTGU Gunung Megang mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik atas arahan dan keinginan Pemkab Muara Enim untuk selalu bersinergi dalam membangun Kabupaten Muara Enim. Dan untuk CSR, kedepan tentu akan dikoordinir dan diperluas sehingga masyarakat lebih banyak merasakan.

"Saya menyambut positif dengan keinginan Pak Bupati untuk selalu berkoordinasi dan bersinegis dengan pemerintah, masyarakat dan lingkungan," tutupnya.

]]>
Fri, 30 Jul 2021 08:50:00 +0000
Bupati Dodi Reza Antar Sirene Muba Raih Top Five Aplikasi Nasional Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/bupati-dodi-reza-antar-sirene-muba-raih-top-five-aplikasi-nasional.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Ditengah pandemi COVID-19 saat ini, inisiasi inovasi Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA pada pelayanan kesehatan yakni aplikasi SIRENE Muba berhasil bertengger menjadi Top Five Aplikasi Nasional. Ini diketahui berdasarkan pengumuman Nomor : B/1/PP/00.05/2021 tentang Inovasi Publik Terpuji, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD tahun 2021.

"Keberhasilan Sirene Muba menjadi Top Five telah melalui seleksi tim bersama ratusan peserta seluruh Indonesia oleh Tim penilai KIPP," ujar Kepala Daerah Inovatif tersebut.

Dikatakan, aplikasi SIRENE ini sesuai arah pembangunan yakni peningkatan sumber daya manusia, peningkatan mutu layanan serta bukti komitmen Pemkab Muba yang selalu hadir di tengah warganya. 

"SIRENE Muba adalah layanan ambulans gratis dan kegawatdaruratan medik pra rumah sakit 24 jam berbasis aplikasi android. Implementasinya,  saat masyarakat memencet tombol gawat darurat atau emergency button pada aplikasi Sirene Muba maka petugas akan merespon dan mengirimkan bantuan medis yang dibutuhkan," urainya.

Untuk memperluas jangkauan, SIRENE Muba juga melayani homecare atau panggilan darurat medis di rumah. Untuk langkah ini Pemkab Muba menyediakan  bus rujukan pasien rawat jalan. "Tak hanya lewat aplikasi berbasis android, Pemkab Muba melalui Finkes Muba membuka  layanan telepon GSM," terang Dodi.

Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa inovasi adalah kunci transformasi terutama di lingkungan birokrasi yang mana inovasi adalah energi untuk menciptakan sebuah perubahan dan inovasi adalah modal untuk memenangkan persaingan terlebih lagi pada kondisi saat ini (pandemi Covid-19) dimana inovasi menjadi sangat penting karena semua warga ingin menjadi yang terunggul di berbagai bidang.

"Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan pemerintah sebenarnya telah mengalami berbagai peningkatan namun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat oleh karena itu dalam rangka mencapai visi reformasi birokrasi diperlukan percepatan dan upaya luar biasa menciptakan perubahan kepada tradisi pola dan cara baru untuk menciptakan perubahan tersebut," ujarnya.

Lanjutnya, mendorong agar birokrasi pelayanan publik untuk terus berinovasi Kementerian PAN-RB melalui Deputi Bidang Pelayanan Publik sejak tahun 2014 terus menerus melaksanakan kegiatan yang bertajuk kompetisi inovasi pelayanan publik yang merupakan salah satu upaya untuk mendorong birokrasi terus melakukan sebuah inovasi-inovasi sekecil apapun.

"KIPP bertujuan untuk membiasakan budaya di kalangan birokrasi, menjaring inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh instansi pemerintah, memberikan apresiasi bagi penyelenggara, memberikan pelayanan serta memotivasi penyelenggara pelayanan publik untuk meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pemberian sekala publik," ungkapnya.

Ia menyarankan akan lebih baik jika dibangun studi banding atau studi tiru dimana negara Indonesia mempunyai kabupaten kota kecamatan yang cukup besar dengan berbagai instansi yang melekat, supaya percepatan membangun pelayanan publik yang berstandar bisa diwujudkan.

"Saya telah meminta kepada bidang layanan publik agar penilaian dilakukan secara obyektif dan akuntabel, oleh karena itu tidak ada pihak manapun yang bisa mempengaruhi tim penilai yang terdiri dari tim evaluasi atau tim independen, oleh karena itu kepada beliau-beliau saya mengucapkan terima kasih sekali," ucapnya.

Ketua Tim Evaluasi KIPP 2021, Prof Dr IB Wyasa Putra SH yang juga Wakil Rektor Universitas Udayana menyampaikan nilai sebuah inovasi terletak pada impek atau capaian yang dihasilkan, manfaat perubahan-perubahan yang dihasilkan menjadi lebih baik dan perbaikan nyata yang mampu dihasilkan dalam kehidupan masyarakat.

"Bagaimana dia menjawab, memecahkan masalah dengan cara lebih cepat dan lebih nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk didalamnya hal pelayanan publik. Kemudian bagian paling penting dari inovasi adalah keberlanjutannya, komitmen memelihara, meningkatkan kualitas serta meningkatkan manfaat-manfaatnya," tandas Ketua Tim Evaluasi KIPP 2021.

Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, mengatakan pada level penilaian final Muba berhasil menjadi aplikasi terpuji top 5.

"Secara umum seleksi dilakukan guna menentukan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2021 yang terdiri dari Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021, Top S Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2021," kata dia.

Bukan tanpa beban, tambah Azmi, Muba sampai pada posisi teratas melampaui sejumlah inovasi yang berlaga. "Alhamdulillah, Muba jadi satu-satunya di Sumsel yang lolos ke final hingga jadi top 5 nasional," katanya bangga.

Dijelaskan proses penilaian berupa tahap presentasi dan wawancara pada tanggal 28 Juni - 16 Juli 2021 melalui aplikasi Zoom yang langsung dilakukan oleh Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin. Lalu Tahap Verifikasi dan Observasi Lapangan virtual pada tanggal 22 - 23 Juli 2021; dan Rapat pleno pada hari Selasa, 27 Juli 2021.

"Nah penilaian akhir ini dibuat dengan mempertimbangkan hasil seluruh tahapan. Dan, TPI KIPP 2021 kemudian menentukan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji KIPP 2021, yang diurutkan sesuai abjad perklasterinstansi dengan  Keputusan Menteri PANRB Nomor 1024 Tahun 2021," pungkasnya.

]]>
Fri, 30 Jul 2021 07:50:00 +0000
Sailan Sumringah Dapat Sembako Kumham Peduli Kumham Berbagi Muara Enim https://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/sailan-sumringah-dapat-sembako-kumham-peduli-kumham-berbagi.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Sailan (52) warga Muara Enim yang menerima bantuan sosial berupa Sembako dan perlengkapan Covid-19 dari Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim dalam program Kumhan Peduli Kumhan Berbagi, tampak sumringah. Sebab ia terpilih menjadi salah satu penerima bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kantor  Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim, Kamis (29/7/2021).

"Saya sangat senang dan berterimakasih kepada Imigrasi yang peduli dengan masyarakat. Mudah-mudahan menjadi amal jariah dan mendapat balasan setimpal dari Allah SWT," ujar laki-laki yang berprofesi serabutan ini.

Menurut Sailan (52), di masa pandemi Covid-19 ini, hampir semua sektor kesulitan, mulai dari pengusaha hingga petani. Namun yang paling terdampak adalah masyarakat yang kurang mampu seperti petani, pedagang kaki lima dan sebagainya. Oleh karena itu,

apapun bentuk bantuan dan seberapapun nilainya itu sangat berarti kami masyarakat tidak mampu yang berpenghasilan tidak menentu.

"Saya ucapkan terima kasih pada Imigrasi. Ini sangat membantu sekali. Sekali lagi terima kasih," katanya berulang-ulang.

Kepala Kantor Kementrian Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim Made Nur Hepi Nuniartha SH MAP mengatakan, bahwa kegiatan Kemenkum Peduli Kemenkum Berbagi tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian hukum dan HAM termasuk Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim. Bantuan tersebut dananya berasal dari urunan dari seluruh pegawai Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim yang tersebar juga di OKU dan Lubuk Linggau.

" Bantuan berupa Sembako, vitamin masker dan lain-lain. Seperti kata bapak Menteri Hukum dan HAM tadi, bahwa jangan dilihat dari jumlahnya, lihatlah dari keikhlasan kami untuk berbagi ya. Tetapi inilah bentuk kepedulian dan perhatian kami," tuturnya.

Sementara itu dalam sambutan Kemenkumham RI Prof Yasonna Hamonangan Laoly SH MSc PhD melalui virtual zoom mengatakan, bahwa pemerintah menerapkan PPKM saat ini, tentu bukan membatasi kegiatan masyarakat, tetapi untuk mengurangi penyebaran Covid 19. Dan, pemerintah tentu juga sudah banyak melakukan kegiatan sosial ke masyarakat.

"Semoga dengan bantuan yang telah diberikan ini dapat bermanfaat dan juga menambah semangat bagi masyarakat yang terdampak Covid 19 ini dalam menghadapi masalah Covid 19 saat ini," ungkapnya.

Dikatakannya, pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah. Untuk itu, pihaknya sebagai Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19. Terkait hal itu, ia berharap kepada semua jajaran Kemenkumham dapat terus melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Meski dalam masa pandemi covid 19 seperti saat ini.

 

]]>
Thu, 29 Jul 2021 22:10:00 +0000
Asisten, OPD dan Camat Ikut Layani Masyarakat Melalui "Grebek Isoman" Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/asisten-opd-dan-camat-ikut-layani-masyarakat-melalui-grebek-isoman.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Sesuai intruksi Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di wilayah Kabupaten Muba dikerahkan untuk melakukan Isoman Care dan Grebek Isoman, untuk langsung door to door menyambangi pasien isoman dan warga terdampak COVID-19.  Bupati Muba Dr Dodi Reza mengaku, inisiasi Grebek Isoman tersebut dilakukannya untuk menyemangati warga yang sedang isoman agar tetap kuat saat terpapar COVID-19. 

"Kita tahulah, mereka yang isoman karena terpapar COVID-19 ini kan tidak bisa beraktifitas sementara, otomatis mereka yang berpenghasilan menjadi terkendala. Karena itu, butuh bantuan dan harus kita bantu dan beri semangat," ucapnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, H Yudi Herzandi SH MH didampingi Kabag Tata Pemerintahan, Kabag Hukum Roma Saripurba dan Camat Babat Supat Rio Aditya SSTP ikut turun langsung melakukan Grebek Isoman, kali ini di Desa Tanjung Kerang, Babat Banyuasin, Supat Timur, Langkap, dan Desa Babat Ramba Jaya Kecamatan Babat Supat.

"Kita berikan langsung bantuan Pemkab Muba berupa beras dan sembako kepada warga yg melaksanakan isoman. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasarnya serta selalu semangat menjalani isoman ini, jangan lupa selalu  bersyukur dan berdoa semoga pandemi COVID-19 ini cepat selesai sesuai harapan kita bersama,"ungkap Asisten I.

Selain itu tampak sejumlah OPD dan Camat serta Forkopimcam turun ke lapangan menyerahkan bantuan giat Grebek Isoman. Salah satunya Kepala Dinas Perhubungan H Pathi Riduan SE ATD MM dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muhammad Fariz SSTP MM beserta Camat Tungkal Jaya Sugeng Riyadi SPd MM memberikan bantuan langsung untuk warga isoman di Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya.

Pemantauan Isoman Care juga turut dilakukan di Kecamatan Lais oleh Tim gabungan terdiri dari, Kepala BKPSDM Endang Dwi Astuti SE MSi dan Dinas Perikanan Hendra Tris Tomy SSTP MDev didampingi Camat Lais Demoon Herdian Eka Suza SSTP MSi.

"Didapati satu orang nakes Puskesmas Lais yang Isoman di Rumah Dinas Dokter sudah selama tujuh hari, keadaan baik stabil mengarah ke sehat (Negatif COVID-19). Disamping  itu juga ada data empat orang Penduduk yang dirawat di RSUD Sekayu, terkonfirmasi akan segera kembali dalam keadaan baik dan sembuh. Pemantauan Isoman Care dan pemberian bantuan Bupati Muba berupa Sembako sudah dilaksanakan,"papar Camat Lais.

Tim Kecamatan Sanga Desa yang terdiri dari Disdukcapil H Asmarani, Inspektur RE Aidil Fitri dan Disnakertran Mursalin SE MSi didampingi Camat Sanga Desa Hendrik SE MSi juga telah melakukan Grebek Isoman dan Isoman Care ke Kecamatan Sanga Desa.

"Kunjungan kerumah yang positif sebanyak tujuh orang. Tujuh pasien Isoman ini dari Desa Ngulak dua orang, dari Desa Ngulak 1 sebanyak satu orang, Desa Ngulak 2 sebanyak Tiga orang dan Desa Ngunang Satu orang. Kami telah memberikan bantuan sembako bersama tim Kecamatan Sanga Desa,"ujar Camat Sanga Desa, Hendrik SH MSi.

Terpisah Kepala Bagian Kerjasama Setda Muba  kolaborasi Dicky Meiriando SSTP MH dengan Kepala Bagian Kesra Opi Palopi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Dewi Kartikawati melaksanakan Program Isoman Care, dengan melakukan pemantauan dan penyerahan Bantuan Paket Sembako kepada warga Kecamatan Babat Toman yang sedang isolasi mandiri (Isoman) dikarenakan terpapar COVID-19.

Begitu juga Plt Kadinsos Muba Bapak H Ibnu Sa'ad SSos MSi bersama Kepala DPPKAD Mirwan Susanto SE MM melalui Sekretaris Deni SH dan Camat Sungai Lilin Agus Kurniawan SIP mengunjungi dan  menyerahkan bantuan sembako untuk warga yang sedang menjalani soman di Kelurahan Sungai Lilin.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 21:30:00 +0000
Bertambah 14 Sembuh, 17 Positif, 1 Meninggal Dunia Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/bertambah-14-sembuh-17-positif-1-meninggal-dunia.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (29/7/2021) mengkonfirmasi penambahan 14 kasus sembuh, 17 Positif, dan 1 Meninggal Dunia.

"Ada penambahan 14 kasus sembuh, 17 Positif, dan 1 Meninggal Dunia per 29 Juli 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.

Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2269 perempuan 4 tahun asal Sekayu, kasus 2270 perempuan 2 tahun Sekayu, kasus 2271 perempuan 31 tahun Sekayu, kasus 2272 Laki-laki 20 tahun Bailangu, kasus 2273 Laki-laki 6 tahun Sekayu, kasus 2274 Laki-laki 31 tahun Keluang, kasus 2275 Laki-laki Keluang, kasus 2276 perempuan 24 tahun Keluang.

"Kemudian, kasus 2277 Laki-laki 17 tahun Sekayu, kasus 2278 perempuan 38 tahun Sungai Keruh, kasus 2279 perempuan 38 tahun Sungai Lilin, kasus 2280 Laki-laki 46 tahun Tungkal Jaya, kasus 2281 perempuan 34 tahun Babat Supat, kasus 2282 perempuan 56 tahun Sungai Lilin, kasus 2283 perempuan 56 tahun Lalan, kasus 2284 perempuan 63 tahun Sekayu, kasus 2285 perempuan 31 tahun Sekayu," urainya.

"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 2264 Laki-laki 39 tahun asal Babat Supat dan telah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," tambahnya.

Diketahui, hingga 29 Juli 2021 ada sebanyak 2285 kasus diantaranya 1999 kasus sembuh, 170 masih dirawat, 116 kasus meninggal dunia," urainya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 29 Juli 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 20:20:00 +0000
Wagub Hadiri Rakorbangnas BMKG Kawal Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh Pemerintahan https://www.lenterapendidikan.com/berita/pemerintahan/view/wagub-hadiri-rakorbangnas-bmkg-kawal-indonesia-tangguh-indonesia-tumbuh.html Lentera-PENDIDIKAN.com,PALEMBANG-Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya mengikuti  Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) yang dilaksanakan oleh BMKG, dimana Webinar tersebut mengambil tema  "BMKG Kawal Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh". Bertempat di Command Center Kantor Gubernur, Kamis (29/07/2021).

Webinar sekaligus rakor tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti oleh 2000 peserta yang terdiri dari para Menteri, Pejabat Istana Kepresidenan, Para Kepala Daerah, Bupati dan Walikota Se Indonesia.

Presiden Joko Widodo berpesan  kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi.

"Tingkatkan adaptasi teknologi untuk observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat agar kita lebih mampu meminimalkan risiko yang harus kita hadapi," kata Presiden.

Presiden Joko Widodo mengingatkan,  Indonesia harus meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan mitigasi bencana di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi dalam beberapa tahun terakhir.

"Dengan tantangan yang semakin meningkat maka kita harus meningkatkan ketangguhan kita dalam menghadapi bencana menguatkan manajemen penanganan bencana dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana untuk mengurangi resiko korban jiwa kerusakan dan kerugian harta benda," tambah Presiden RI.

Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki resiko bencana hidrometeorologi yang tinggi. Berdasarkan data, jumlah kejadian bencana hidrometeorologi meningkat signifikan setiap tahunnya. Dirinya juga memberikan contoh, gempa bumi pada kurun waktu 2008-2016 rata-rata 5.000-6.000 kali dalam setahun. Pada 2017, jumlahnya meningkat menjadi 7.169 kali dan pada 2019 naik signifikan menjadi lebih dari 11.500 kali.

"Frekuensi dan intensitasnya juga terus meningkat bahkan melompat. Kita akan mengalami multibencana dalam waktu bersamaan," kata Presiden.

Presiden menyebut  frekuensi, durasi, dan intensitas cuaca ekstrem dan siklon tropis juga meningkat. Periode ulang terjadinya El Nino atau La Nina, sebut Jokowi, pada 1981-2020 cenderung semakin cepat.

"Dua sampai dengan tiga tahunan dibandingkan periode 1950-1980 yang berkisar lima sampai dengan tujuh tahunan," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa BMKG harus menjadi acuan bagi semua sektor dalam menginformasikan kondisi cuaca tak hanya itu dirinya juga meminta BMKG untuk bisa mengedukasi masyarakat dan bersinergi dengan segala pihak pemerintah daerah.

"BMKG juga harus menjadi informasi yang menjadi acuan di berbagai sektor Indonesia dan harus membangun sinergi dengan para Menteri, Pemda serta  BMKG perlu mengedukasi masyarakat dan juga terus tingkatkan desain manajemen yang ada," tandas Presiden.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut kegiatan Rakorbangnas BMKG tahun 2021 yang mengusung tema info BMKG kawal Indonesia Tangguh, Indonesia tumbuh.

“Berdasarkan monitoring BMKG, fenomena cuaca iklim dan tektonik di Indonesia cenderung makin dinamis, tidak pasti dan ekstrem sehingga risiko kejadian multi bencana geo hidrometeorologi makin meningkat,” ujar Dwi.

Dwi berharap dari Rakorbangnas ini diharapkan dapat mewujudkan sistem dengan pola dan sinergitas dari setiap lembaga pemerintahan, pihak swasta dan juga masyarakat.

“Tujuan dari Rakorbangnas ini adalah untuk mewujudkan sistem melalui upaya mitigasi secara tepat berdasarkan pola dan sinergi yang lebih intensif dan masif antara kementerian, lembaga pemerintah daerah, pihak swasta, akademisi, media dan masyarakat serta para pihak terkait,” ungkapnya.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 19:15:00 +0000
"Grebek Isoman" Dodi Reza Pastikan Pengawasan dan Kebutuhan Pasien Isoman Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/grebek-isoman-dodi-reza-pastikan-pengawasan-dan-kebutuhan-pasien-isoman.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Tangguh dan beri solusi, kalimat inilah yang pantas disematkan di Bumi Serasan Sekate saat menghadapi pandemi COVID-19. Tak hanya saat menerapkan PPKM Level IV, namun bantuan yang digelontorkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus mengalir sejak awal pandemi masuk ke Muba.

Muba juga tercatat sebagai daerah yang paling besar di Indonesia melakukan refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19. Upaya ini tak terlepas dari komitmen agar warga yang terpapar dan terdampak bisa diatasi dengan maksimal.

Kali ini, Bupati Dodi Reza menginisiasi Isoman Care dan Grebek Isoman, dimana Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini door to door menyambangi pasien isoman dan warga terdampak COVID-19.  Kamis (29/7/2021) siang, warga tampak terkejut dan tak menyangka didatangi langsung oleh orang nomor wahid di Bumi Serasan Sekate tersebut. Sejumlah kecamatan hingga pedesaan didatangi langsung Bapak Santri Sumsel ini guna memastikan kondisi warganya yang sedang isoman di kediaman masing-masing.

"Kami satu keluarga melaksanakan isoman, saya beserta istri dan anak terpapar COVID-19. Hari ini kami benar-benar kaget pak Bupati Dodi Reza tiba-tiba datang di depan halaman rumah menanyakan kondisi dan membawa bingkisan untuk keluarga kami," kata Junaidi warga Balai Agung Sekayu.

Meski singkat, namun dengan kedatangan Bupati Dodi Reza sangat berkesan bagi Junaidi dan keluarga. "Saya rasa imun kami akan bertambah setelah dapat semangat langsung dari pak Bupati ini," candanya.

Senada diucapkan Salamun (47), warga Dusun Lumpatan yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir ini mengaku kaget bukan kepalang ketika Bupati Dodi Reza hadir didepan rumahnya untuk menanyakan kabar dan kondisi terkini dirinya.

"Kalau tidak sedang terpapar COVID-19 sudah saya peluk pak Bupati ini, keluarga saja belum tentu mau berani datang ke depan rumah kami untuk berkunjung dengan kondisi saat ini," ungkap Salamun.

Salamun mengaku, banyak bingkisan yang dibawa Bupati Dodi Reza untuk dirinya dan keluarga. "Ada kebutuhan pokok dan sejumlah uang yang diberi untuk kami. Ini sangat membantu keluarga kami di kondisi saat ini," ucapnya.

Pantauan di lokasi, Kamis (29/7/2021) sejumlah titik tempat kediaman warga isoman disambangi Dodi Reza. Tak pelak aksi Bupati Muba ini banjir pujian dari warganet di media sosial dan tokoh pemuda serta tokoh masyarakat di Sumsel.

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengaku, inisiasi Grebek Isoman tersebut dilakukannya untuk menyemangati warga yang sedang Isoman agar tetap kuat saat terpapar COVID-19.

"Kita tahulah, mereka yang isoman karena terpapar COVID-19 ini kan tidak bisa beraktifitas sementara, otomatis mereka yang berpenghasilan menjadi terkendala. Karena itu, butuh bantuan dan harus kita bantu dan beri semangat," ucapnya.

Ketua KADIN Sumsel ini mengaku, pada kondisi saat ini selain semangat warga juga sangat membutuhkan bantuan untuk tetap bisa bertahap hidup sehari-hari.

"Lewat program Isoman care grebek Isoman ini kita bawa sejumlah kebutuhan pokok, vitamin, obat-obatan dan uang tali asih untuk keluarga yang terdampak COVID-19, dengan harapan bisa mengurangi sedikit beban warga masyarakat Muba," harapnya.

Lanjutnya, inisiasi dirinya menjalankan isoman care tersebut dengan mengerahkan para OPD di lingkungan Pemkab Muba hingga camat di seluruh wilayah Muba. "Saya mengajak para OPD dan camat untuk lebih peka memenuhi kebutuhan pasien dan warga terdampak COVID-19. Dan tak henti-hentinya kita terus berdoa agar pandemi ini segera berlalu," tandasnya.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 18:35:00 +0000
Muara Enim Langsung Raih Penghargaan KLA Kategori Madya Muara Enim https://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/muara-enim-langsung-raih-penghargaan-kla-kategori-madya.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Pemerintah Kabupaten Muara Enim dibawah kepemimpinan Pj Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar SH MM, langsung menyabet penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Madya tahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati SE MSi secara Virtual (Online) di ruang rapat Bupati Muara Enim, Kamis (29/7/2021).

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Pj Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar SH MM,  bersama Istri Hj. Renny Devi Nasrun Umar selaku Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Amrullah Jamaluddin SE, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Muara Enim Vivi Mariani SSi M.Bmd Apr, Ketua Gugus Tugas KLA Muara Enim Ir Mat Kasrun MSi yang juga menjabat Kepala Bappeda Muara Enim serta OPD terkait.

"Alhamdulilah Muara Enim mendapat penghargaan KLA dengan predikat Madya. Itu kita (Muara Enim,red) langsung dua tingkat, tidak lagi KLA Pratama," kata Pj Bupati Muara Enim HNU," usai menerima penghargaan melalui virtual zoom.

Menurut HNU, penghargaan level nasional yang diraih Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muara Enim adalah Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Madya. Kategori Madya adalah penghargaan kedua tertinggi Kabupaten Layak Anak. Kategori tertinggi adalah KLA, disusul Utama, Nindya, Madya dan Pratama.

Dikatakan HNU, bahwa tujuan KLA adalah untuk membangun inisiatif pemerintah kabupaten/kota yang mengarah pada upaya transformasi Konvensi Hak-hak Anak (Convention on the Right of the Child) dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan, dalam upaya pemenuhan hak-hak anak, pada suatu dimensi wilayah kabupaten/kota.

Untuk kedepan, sambung HNU,  dirinya menegaskan akan terus mengevaluasi serta berkonsentrasi pada pemenuhan hak anak, hal tersebut tertuang dalam UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.

"Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim sehingga diraihnya KLA Madya ini. Mudah-mudahan kedepan terus ditingkatkan menjadi KLA Nindya dan Utama," harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Muara Enim Vivi Mariani, didampingi Reni Anggraini Kabid Pemenuhan Hak Anak mengatakan bahwa sebelumnya Pemkab Muara Enim memang belum pernah mendapatkan penghargaan KLA, tetapi sudah dua kali ikut penilaian evaluasi KLA yakni pada tahun 2018 dan 2019, namun ternyata belum berhasil. Dan pada yahun 2020, untuk penilaian evaluasi KLA ditiadakan karena pandemi Covid 19. Dan pada tahun 2021, kita kembali ikut, dan dari hasil penilaian evaluasi

ternyata kita berhasil mendapat penghargaan KLA langsung predikat Madya. sumsel sdh 9 kab/kota yg dapet penghargaan KLA. Di Sumsel, ada 9 Kabupaten/Kota yang meraih penghargaan KLA yakni predikat Nindya Kabupaten Muba, predikat Madya Kabupaten Muara Enim dan Muaratara, dan predikat Pratama yaitu Kabupaten/Kota PALI, Mura, Banyuasin, OKUT, Palembang, dan Lubuk Linggau.

"Biasanya meraih peringkat Pratama dahulu. Dan ternyata alhamdulilah kita langsung meraih Madya," ungkap mantan Kadinkes Muara Enim ini.

Masih dikatakan Vivi, ada 24 indikator penilaiannya KLA tersebut yang terbagi dalam kelembagaan dan 5 klaster KLA. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh kabhpaten (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media massa dan stake holder terkait) dalam pemenuhan hak dan Perlindungan khusus anak di kabupaten Muara Enim baik dalam kebijakan, program maupun kegiatan.

"Setiap tahun dilakukan penilaian dimulai bulan Maret dan pengumuman biasanya bertepatan peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli. Predikat tersebut bisa naik dan turun tergantung penilaian Tim Evaluasi KLA," tambah Reni.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan KLA diawali dengan proses evaluasi secara  komprehensif yang dilakukan tim independen dan juga melibatkan kementrian lembaga yang terdiri dari Kemenko PMK, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Sekretariat Negara, Kementrian PPN Bapenas, Kementrian Hukum dan HAM, Kementrian Desa, Kantor Staff Presiden dan KPAI. Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa terdapat empat tahapan proses evaluasi yang dilalui, yaitu pertama penilaian mandiri, verifikasi Administrasi, verifikasi lapangan dan terakhir Verifikasi final.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 17:05:00 +0000
Imigrasi Muara Enim, Peduli Masyarakat Bagikan Puluhan Paket Sembako Muara Enim https://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/imigrasi-muara-enim-peduli-masyarakat-bagikan-puluhan-paket-sembako.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM - Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Muara Enim kembali memberikan bantuan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 di wilayah satuan kerjanya. Berdasarkan pantauan yang mana dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, khususnya di bawah naungan Kemenkumham RI.

Dalam sambutan Kemenkumham RI Prof Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. dalam zoom mitingnya mengatakan, pemerintah menerapkan PPKM saat ini, tentu bukan membatasi kegiatan masyarakat, tetapi untuk mengurangi penyebaran covid 19. Dan, pemerintah tentu juga sudah banyak melakukan kegiatan sosial ke masyarakat.

"Semoga dengan bantuan yang telah diberikan ini dapat bermanfaat dan juga menambah semangat bagi masyarakat yang terdampak covid 19 ini dalam menghadapi masalah covid 19 saat ini," ungkapnya.

Dikatakannya, pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah.

“Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis secara zoom di Aula Imigrasi Miara Enim, pada Kamis (29/07/2021) pagi.

Terkait hal itu, sambung dia, ia berharap kepada semua jajaran Kemenkumham dapat terus melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Meski dalam masa pandemi covid 19 seperti saat ini.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim Made Nur Hepi Nuniartha SH MAP mengatakan, kementerian hukum dan HAM serentak di seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan kumham berbagi kumham peduli ini.

"Dimana seluruh jajaran di kementerian hukum dan HAM melaksanakan pembagian sembako. Dimana bantuan ini didapat dari sumber dananya adalah dari pegawai Imigrasi," ungkap

Dari hasil dana tersebut diberikan untuk dalam bentuk bantuan. Dimana didalam bantuan ini, isinya seperti sembako, vitamin masker dan lain-lain. Dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak covid 19.

"Seperti kata bapak menteri hukum dan HAM tadi, bahwa jangan dilihat dari jumlahnya, lihatlah dari keikhlasan kami untuk berbagi ya. Tetapi inilah bentuk kepedulian dan perhatian kami," tuturnya.

Selain itu, salah satu warga Muara Enim sebagai penerima bantuan, Sailan (52) mengucapkan terima kasih pada Kantor Imigrasi Muara Enim yang telah memberikan bantuan ini. Sebab, apa yang diberikan ini sangat membantu di masa pademi saat ini.

"Saya ucapkan terima kasih pada Imigrasi. Ini sangat membantu sekali. Sekali lagi terima kasih," tandasnya.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 16:25:00 +0000
Muba Dinobatkan Jadi Kabupaten Layak Anak Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/muba-dinobatkan-jadi-kabupaten-layak-anak.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Kabupaten Musi Banyuasin, dibawah kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyandang gelar Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2021 Tingkat Nindya.

Penghargaan ini diterima Bupati Muba secara virtual di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (29/7/2021). Yang juga diterima oleh 275 provinsi, dan kabupaten kota seluruh Indonesia, dengan predikat dari yang tertinggi Utama, Nindya, Madya, dan Pratama.

Prestasi tingkat nasional yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia ini sudah tiga kali diraih Kabupaten Muba, dari tingkat Pratama tahun 2017, Madya di Tahun 2018 dan 2019, tahun 2020 penyampaian penghargaan KLA di tunda karena Pandemi Covid-19, dan ini tahun 2021 merupakan kali keempat Muba menerima predikat KLA Tingkat Nasional, yang meningkat di Predikat Nindya.

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dalam kesempatan ini mengatakan Pemerintah Kabupaten Muba akan terus mempertahankan bahkan berupaya meningkatkan predikat Muba yang dipercaya menyandang gelar Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya sejalan dengan kebijakan pemerintah ditengah Pandemi Covid-19.

"Menjadi kewajiban Negara dalam hal ini Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terhadap warga negara dan terkhusus anak-anak sebagai generasi muda masa depan, untuk itu tugas pendampingan serta pemberdayaan perempuan dan anak di Muba ini wajib terus ditindaklanjuti dan program ini menjadi komitmen Pemkab Muba, bersama seluruh stakeholder terkait termasuk peran serta orangtua dan tokoh pemuda,tokoh masyarakat, tokoh agama dan peran kita semua " ujarnya.

Bupati Dodi juga meminta, pihak terkait untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder termasuk camat, kades dan lurah hingga RT, sampai ke pelosok desa dalam mengimplementasikan KLA di Kabupaten Muba.

"Selamat kepada Tim  Dinas PPPA Muba Dewi Kartika dan Seluruh OPD terkait atas penghargaan yang kita raih ini, pertahanan dan tingkatkan terus kinerja kedepan, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Musi Banyuasin," imbuhnya.

Atas penghargaan KLA Tingkat Nindya tersebut Muba meraih predikat paling tinggi di Provinsi Sumatera Selatan, disamping, Muara Enim dan Muratara meraih Tingkat Madya, Musi Rawas, OKU Timur, Pali, Palembang, Lubuk Linggau, dan Banyuasin meraih Tingkat Pratama.

Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga mengucapkan selamat atas sumbangsih dan kerja nyata kepada kota kabupaten yang telah mendapat predikat KLA, dimana penerima penghargaan setiap tahunnya terus meningkat yang sebelumnya 247 dan di tahun 2021 ini meningkatkan menjadi 275 Kabupaten kota penerimaan penghargaan KLA.

"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi perempuan dan anak, dan dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten kota menjadikan program pembangunan anak untuk mewujudkan anak terlindungi dan Indonesia maju," ucapnya.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 15:10:00 +0000
Sektor Pariwisata Muaraenim Terpuruk Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Selama pandemi Covid-19, semu Muara Enim https://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/sektor-pariwisata-muaraenim-terpuruk-lentera-pendidikancommuara-enim-selama-pandemi-covid-19-semu.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Selama pandemi Covid-19, semua sektor termasuk pariwisata masih terpuruk dan masih berusaha untuk bangkit. Pasalnya, masyarakat masih memilih berhemat dan takut tertular Covid-19 daripada mengunjungi tempat-tempat rekreasi dan wisata. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim, Isdrin mengatakan bahwa sampai saat ini kondisi pariwisata di kabupaten Muara Enim masih terpuruk. Apalagi kondisi pandemi saat ini untuk kabupaten Muara Enim ini masih menjadi ancaman bagi para wisatawan.

Untuk tempat wisata, lanjutnya, sudah dibuka, hanya saja untuk daerah yang berada di zona Merah tidak bisa beroperasi. Untuk daerah yang zonanya Hijau sudah bisa dibuka, namun kondisinya masih lesu dan masih jauh dari normal sebelum adanya pandemi ini.

Namun, meskipun pandemi covid 19, dinas pariwisata tetap terus melakukan promosi, baik itu secara langsung maupun melalui media massa maupun online.

"Semua saling berhubungan, perekonomian dengan pariwisata, kalau perekonomian turun ya besar kemungkinan sektor pariwisata juga turun," terangnya

Heriswan salah seorang pengelola objek wisata lubuk putih desa seleman kecamatan tanjung agung mengatakan wisatawan saat ini sangat sepi jika dibandingkan sebelum covid 19.

"Sepi sekali, hanya beberapa saja, paling Sabtu dan Minggu itupun masih sepi dan hanya pasrah," tuturnya.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 11:30:00 +0000
Pemkab Muba Targetkan Raih Sertifikat Eliminasi Malaria Musi Banyuasin https://www.lenterapendidikan.com/berita/musi-banyuasin/view/pemkab-muba-targetkan-raih-sertifikat-eliminasi-malaria.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUBA-Saat ini Pemkab Muba  terus konsen dalam penanganan dan pencegahan wabah COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia. Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA juga punya target kinerja lain. Dodi menargetkan  penyakit menular berbahaya lainnya seperti Malaria bisa terhindar di Bumi Serasan Sekate.

"Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kedatangan tim Kementerian Kesehatan RI dalam rangka uji petik penilaian eliminasi malaria di Kabupaten Musi Banyuasin. Semoga kegiatan ini  berjalan  lancar dan Muba mampu memberikan yang terbaik hingga meraih Sertifikat Eliminasi Malaria," Ungkap Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA saat audiensi dengan tim Kementerian Kesehatan RI, Rabu(28/7/2021).

Menurut Dodi, Indonesia sendiri merupakan negara  beriklim tropis yang memungkinkan adanya beberapa penyakit menular, salah satunya seperti Malaria. Setiap penyakit menular membutuhkan perubahan atau implementasi dari protokol kesehatan. Implementasi protokol kesehatan ini harus dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan uji petik penilaian eliminasi malaria ini, sangat diharapkan bisa menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberantasan malaria di Kabupaten Muba. Bupati Dodi juga ingin masukan untuk makin meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan pemberantasan malaria.

"Kami sebagai pimpinan di Kabupaten Muba, akan memberikan support melakukan koordinasi dan rapat bersama kepala perangkat daerah terkait untuk melakukan pencegahan malaria serta akan mengedukasikannya kepada masyarakat. Demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif serta bebas malaria. Kita juga berharap agar Muba bisa mendapatkan sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI,"ujarnya.

Sub Koordinator Asesmen Eliminasi Kemenkes RI dr Desriana E Ginting mengatakan, bahwa sebelumnya Kabupaten Muba sudah menjalani penilaian secara virtual. Kini, akan dilakukan penilaian langsung ke lapangan selama 3 hari.

Ada beberapa tahapan yang dinilai untuk mencapai eliminasi malaria. Penilaian tersebut mencakup self assesment atau penilaian sendiri tentang kesiapan kabupaten/kota untuk memenuhi 11 indikator dalam tools penilaian eliminasi malaria, dengan 3 indikator utama sebagai syarat mutlak, yaitu (1) Annual Parasite Incidence kurang dari 1 per 1000 penduduk, (2) Slide Positive Rate kurang dari 5 %, dan (3) tidak ada kasus indigenous. Tiga indikator tersebut harus dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut.

Kemudian dilanjutkan penilaian oleh tim assesment penilaian eliminasi malaria di pusat secara independen. Selanjutnya, dilakukan uji petik untuk memvalidasi dokumen assesment.

Untuk bisa menjadi kabupaten/kota bersertifikat Eliminasi Malaria. Maka dibutuhkan kerja sama yang baik dengan seluruh komponen. "Program eliminasi malaria ini dilakukan dalam rangka mewujudkan 2030 bebas malaria yang diharapkan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi dan masyarakat sendiri untuk menjaga lingkungan yang sehat. Semoga Kabupaten Muba dapat menjadi salah kabupaten yang berhasil dan terbebas dari Malaria,"tandasnya.

Turut hadir dalam audiensi, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr H Azmi Dariusmansyah MARS, Staf Substansi Malaria Kemenkes RI dr Minerva Theodora MKM, Staf Substansi Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Yahiddin Selian SKM M.Sc, Staf Substansi Malaria Muhammad Tri Fauzi SE, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel  Didit Harianto SKM M.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 10:10:00 +0000
Tim Satgas Covid-19 Muara Enim Kewalahan Antar Pasien Meninggal Dunia Muara Enim https://www.lenterapendidikan.com/berita/muara-enim/view/tim-satgas-covid-19-muara-enim-kewalahan-antar-pasien-meninggal-dunia.html Lentera-PENDIDIKAN.com,MUARA ENIM-Petugas pemakaman dari Tim Satgas Covid-19 Muara Enim mulai kewalahan. Pasalnya, dalam hari yang sama ada tujuh pasien Covid-19 yang meninggal sehingga keluarga pasien mengira perugas  lamban dan menelantarkan.

"Itu tidak benar kalau ditelantarkan, kalau lama mungkin, tapi itu karena kendala kekurangan mobil jenazah dan mobil pendukung mengangkut petugas pemakaman," jelas Sekretaris Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Muara Enim Abdul Rozieq, Rabu (28/7/2021).

Menurut Abdul Rozieq, dari data yang masuk, kebenaran hari ini ada tujuh warga meninggal akibat Covid-19 sehingga harus antrian  sebab operasional ambulan dan kendaraan pendukung lainnya serta tenaga tim pemakaman Covid-19 terbatas. Apalagi lokasi pengantarannya jauh-jauh sehingga memerlukan waktu.

"Hari ini, ada yang ke Benakat, ada yang Tanjung Agung dan yang paling jauh ke Gelumbang. Kalau satu tujuan mungkin bisa dibawa 2-3 sekaligus, tapi kalau beda arah tentu harus satu-satu," jelas Abdul Rozieq yang menjabat juga sebagai Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim ini.

Masih dikatakan Abdul Rozieq,

bahwa dirinya bisa saja membentuk tujuh tim akan tetapi kendalanya pada kendaraan jenazah dan kendaraan pendukung lainnya yang terbatas. Kita tidak memandang jauh dekat tujuan, namun siapa yang lebih dahulu masuk daftar antrian, itulah yang dilaksanakan.

"Kami, mohon maaf kepada masyarakat jika pelayanan belum optimal. Bahkan sampai malam ini tim kami belum beristirahat mengantar jenazah, jadi harap maklum dan pengertiannya," ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Plt Dirut RSUD dr HM Rabain Muara Enim dr H Hendriyatno, bahwa tidak benar jika ada penelantaran jenazah Covid 19. Kebenaran hari ini jumlah jenazah yang meninggal karena Covid-19 banyak dan lokasinya jauh-jauh. Pihak rumah sakit hanya bertanggungjawab sampai pemulsaran, setelah itu tugas BPPD yang mengantarkannya. Dan itu juga tidak bisa disalahkan kepada BPPD sebab tenaga dan kendaraan mereka terbatas. Saat ini, mereka sudah menguburkan tiga jenazah dan nanti baru giliran jenazah terakhir.

“Semuanya mau cepat. Jadi tidak ada penelantaran, ini karena tenaga terbatas. Apalagi tenaga kami banyak juga yang sakit, sehingga bertambah sedikit yang bertugas dan harus melayani pasien Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu menurut salah seorang keluarga pasien yang enggan namanya disebutkan, bahwa ada keluargany yang meninggal karena Covid-19 di RSUD dr HM Rabain Muara Enim pada pukul 05.00. Namun sampai saat ini tepatnya pukul 17.00, belum juga dilakukan pemulangan kerumah duka di Desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, sehingga  terkesan jenazah pasien Covid-19 tersebut terlantar 12 jam.

“Kami dari tadi menunggu Tim Pemakaman Jenazah Covid-19. Kalau tim dari ambulan untuk pemulangan jenazah sudah siap dan kita (keluarga, red) bersama tim ambulan masih menunggu Tim Pemakaman Jenazah Covid-19,” ujar adik almarhum yang namanya enggan disebutkan.

Informasi yang diterima, kata dia, tim pemakaman Covid-19 masih berada di Tanjung Enim karena hari ini ada tujuh warga yang meninggal sehingga harus menunggu Tim Pemakaman Jenazah Covid-19.

“Kok lama sekali Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 datang. Tapi kita juga memaklumi karena hari ini ada tujung orang meninggal akibat Covid-19. Kita berharap cepatnya almarhum dilakukan pemulangan untuk dikebumikan karena prosesi pemakaman sudah siap dan keluarga sudah menunggu dari pukul 10.00,” katanya.

Diceritakanya, selama kakaknya menjalani perawatan di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, pelayanannya sangat bagus seluruh peralatan medis dipakai nomor satu karena kondisi pasien memang sudah drop. Bahkan pasien didampingi selama menjalani perawatan medis, hanya ketika sudah meninggal pemulangannya yang lama.

"Intinya bagus semua, kita berterima kasih kepada tim medis yang telah maksimal memberikan pelayanan selama kakak saya menjalani perawatan medis,” ungkapnya.

]]>
Thu, 29 Jul 2021 09:15:00 +0000